===== SELAMAT BERBELANJA DI RUMAH MUSLIM - SEMOGA BERKAH =====


The Shop

LoadingUpdating...
Aqidah & Akhlak

 

Shahih Hadits Qudsi

Penulis: Syaikh Musthafa al-Adawy
Penerbit: Darul Haq

Dimensi: 14.5 x 21.5 cm
Sampul: Soft Cover

Shahih Hadits QudsiDetail Produk
Buku ini memuat tema-tema penting yang bermuara dari Firman-firman Allah yang tercantum dalam wahyu kedua setelah al-Qur'an:

Cara pencatatan kebaikan dan keburukan,

Neraka bagi orang yang rusak hatinya,

Dikeluarkannya ahli Tauhid dari neraka,

Tanda cinta Allah kepada hamba-Nya,

Dosa orang yang memusuhi para kekasih ALlah,

Surga dipagari dengan hal-hal yang tidak disukai dan Neraka dipagari dengan hal-hal yang menyenangkan,

Ahli surga yang terendah dan tertinggi,

Ahli surga yang terakhir masuk surga,

Kaum mukminin melihat Tuhan mereka di akhirat,

Yang pertama kali diciptakan Allah,

Larangan membunuh semut,

Tanda-tanda hari kiamat, dan

masih ada tema-tema penting lainnya.





 
Berat : 300 gram

Harga: Rp.30.000

Paket Buku Tuntunan Anak Muslim

Edisi Buku Anak BERGAMBAR & FULL COLOUR, Insya Allah mudah dipahami dan enak dibaca

Berisi 8 Judul buku:

1. Belajar Mudah RUKUN IMAN
2. Belajar Mudah RUKUN ISLAM
3. Tuntunan HAFALAN HADITS
4. Tata Cara SHALAT & WUDHU' NABI
5. Tuntunan DO'A HARIAN
6. DZIKIR PAGI & PETANG
7. Tuntunan Hafalan JUZ 'AMMA jilid 1
8. Tuntunan Hafalan JUZ 'AMMA jilid 2

Penyusun: Tim Pustaka Ibnu Umar
Penerbit: Pustaka Ibnu Umar
Ukuran buku: 10.5 x 14.5 cm
Halaman: 64 halaman / buku
 
Berat : 500 gram

Harga: Rp.110.000

Pendidikan Anak Dalam Islam (Tarbiyatul Aulad Fil Islam)

Penulis : DR. Abdullah Nashih 'Ulwan
Tahqiq: Ihsan Al-'Utaibi
Penerbit : Insan Kamil

Ukuran : 24 x 15 cm
Halaman : xxxii + 906 halaman
Cover : Hard
Pendidikan Anak Dalam Islam (Tarbiyatul Aulad Fil Islam)Detail Produk
Pendidikan terhadap anak merupakan faktor penting yang sangat diperhatikan di dalam Islam. Buktinya, Nabi muhammad SAW sangat menekankan hal ini kepada para shahabatnya. Sejarah telah mencatat, ada banyak kaidah pendidikan yang dicetuskan oleh Islam. Meskipun zaman telah berganti, kaidah-kaidah tersebut tetap relevan untuk diterapkan di masyarakat.

Hanya saja, konsep pendidikan Islam yang luhur itu mulai diabaikan oleh beberapa pendidik. Padahal jika ditilik dari segi kelengkapannya tentu konsep inilah yang paling lengkap, karena tidak hanya mementingkan pendidikan yang bersifat duniawi tetapi juga ukhrawi. Sedangkan konsep lainnya lebih cenderung berat sebelah.

Melalui buku ini, Anda akan mengetahui betapa luas konsep pendidikan anak di dalam Islam. Apalagi risalah ini adalah buah karya dari seorang pakar yang memang menggeluti bidang pendidikan Islam, yaitu Dr. Abdullah Nashih Ulwan. Menariknya, penulis tidak hanya menawarakan konsep pendidikan saja, tetapi juga beberapa pemecahan terhadap masalah kenakalan remaja yang jamak terjadi di masyarakat. Bahkan, penulis juga menyampaikan beberapa tanggung jawab pendidik yang salah satunya adalah tanggung jawab pendidikan seksual kepada anak.

Oleh karena itu, tak berlebihan jika buku ini mendapat predikat sebagai karya yang fenomenal.

=======================

RESENSI BUKU TARBIYATUL AULAD ABDULLAH NASHIH ULWAN

Kitab “Tarbiyatul Aulad Fil Islam” memiliki karakteristik tersendiri. Keunikan karakteristik itu terletak pada uraiannya yang menggambarkan totalitas dan keutamaan Islam. Islam sebagai agama yang tertinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya adalah menjadi obsesi Ulwan dalam setiap analisa dan argumentasinya, sehingga tidak ada satu bagian pun dalam kitab tersebut yang uraiannya tidak didasarkan atas dasar-dasar dan kaidah-kaidah nash.

Kitab ini disusun dalam tiga bagian atau “qism” yang kronologis, masing-masing bagian memuat beberapa pasal dan setiap pasal mengandung beberapa topik pembahasan. Judul-judul dan pasal-pasal dalam setiap bagian itu akan tersusun sebagai berikut ini :

Bagian pertama terdiri dari empat pasal, yaitu:
a. Pasal pertama adalah perkawinan teladan dalam kaitannya dengan pendidikan.
b. Pasal kedua adalah perasaan psikologis terhadap anak-anak.
c. Pasal ketiga adalah hukum umum dalam hubungannya dengan anak yang lahir.

Pasal ini terdiri dari empat bahasan :
1. Pertama , adalah yang dilakukan oleh pendidik ketika lahir.
2. Kedua , yaitu penamaan anak dan hukumnya.
3. Ketiga , adalah aqiqah anak dan hukumnya.
4. Keempat , adalah menyunatkan anak dan hukumnya.
d. Pasal keempat adalah sebab-sebab kelainan pada anak dan penanggulangannya.

Bagian kedua yaitu tanggung jawab terbesar bagi para pendidik, bagian ini terdiri dari tujuh pasal adalah sebagai berikut :
a. Pasal pertama adalah tanggung jawab pendidikan Iman.
b. Pasal kedua adalah tanggung jawab pendidikan moral.
c. Pasal ketiga adalah tanggung jawab pendidikan fisik
d. Pasal keempat adalah tanggung jawab pendidikan intelektual.
e. Pasal kelima adalah tanggung jawab pendidikan psikologis.
f. Pasal keenam adalah tanggung jawab pendidikan sosial.
g. Pasal ketujuh adalah tanggung jawab pendidikan seksual.

Bagian ketiga terdiri dari tiga pasal dan penutup :
a. Pasal pertama adalah faktor-faktor pendidikan yang berpengaruh.
b. Pasal kedua adalah dasar-dasar fundamental dalam mendidik anak.
c. Pasal ketiga berisi saran-saran paedagogis.

Bagian pertama sampai dengan bagian ketiga tersebut, terdapat dalam jilid I. Sedangkan dalam jilid II, meliputi tiga pasal, yaitu :
a. Pasal pertama adalah metode pendidikan yang influentif terhadap anak.
b. Pasal kedua adalah kaidah-kaidah elementer dalam pendidikan anak.
c. Pasal ketiga adalah gagasan edukatif yang sangat esensial.

Fokus kajian skripsi ini terdapat dalam jilid II pasal pertama yang berisi tentang metode pendidikan yang influentif terhadap anak pada halaman dua dan seterusnya. Ulwan memaparkan 5 metode mendidik moral anak dalam keluarga. Diantara metode-metode pendidikan moral anak dalam keluarga adalah :

Pendidikan dengan keteladanan.
Pendidikan dengan adat kebiasaan.
Pendidikan dengan nasihat.
Pendidikan dengan memberikan perhatian.
Pendidikan dengan memberikan hukuman.

Apabila metode-metode tersebut diterapkan dalam pendidikan anak khususnya dalam keluarga, maka secara bertahap mereka para orang tua mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi kehidupan dan pasukan-pasukan yang kuat untuk kepentingan Islam (sebagai penegak ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan).

C. Metode Pendidikan Moral Anak dalam Keluarga menurut Abdullah Nashih Ulwan

Sarana untuk membentuk keluarga dalam Islam harus melalui ikatan pernikahan. Dengan melangsungkan pernikahan, maka pasangan suami istri akan memperoleh manfaat dari pernikahan tersebut. Salah satu manfaatnya adalah memelihara kelangsungan jenis manusia di dunia yang fana ini. Kelahiran anak merupakan amanat dari Allah SWT kepada bapak dan ibu sebagai pemegang amanat yang harusnya dijaga, dirawat, dan diberikan pendidikan. Itu semua merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua kepada anaknya.
Anak dilahirkan tidak dalam keadan lengkap dan tidak pula dalam keadaan kosong. Ia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Memang ia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, akan tetapi anak telah dibekali dengan pendengaran, penglihatan, dan kata hati.

Dengan diberikannya penglihatan, pendengaran, dan kata hati tersebut, diharapkan orang tua harus mampu membimbing, mengarahkan, dan mendidiknya dengan ekstra hati-hati karena anak sebagai peniru yang ulung. Oleh karena itu semaksimal mungkin orang tua memberikan pelayanan terhadap anaknya. Pelayanan yang maksimal akan menghasilkan suatu harapan bagi bapak ibunya, tiada lain suatu kebahagiaan hasil jerih payahnya. Sebab anak adalah sumber kebahagiaan, kesenangan, dan sebagai harapan dimasa yang akan datang.[8] Harapan-harapan orang tua akan terwujud, tatkala mereka mempersiapkan sedini mungkin pendidikan yang baik sebagai sarana pertumbuhan dan perkembangan bagi anak.

Memang diakui bahwa mengemudikan bahtera rumah tangga yang baik, yang sakinah, dan yang maslahah merupakan tugas kewajiban yang sangat rumit, tidak kalah rumitnya dengan mengelola sebuah pabrik, dan tidak kalah canggihnya dengan mengemudikan pesawat terbang karena orang tua harus siap untuk memperpadukan sekian banyak unsur dan dimensi mulai dari dimensi sikap mental, ilmu pengetahuan, ketrampilan dan lain sebagainya. Sebagai kewajiban dari orang tua, dalam hal ini adalah pemegang amanat, maka barang siapa yang mampu menjaga amanat tersebut akan diberi pahala, dan sebaliknya. Hal ini sesuai dengan janji Allah SWT dalam firmanya, QS.al-Kahfi (18) : 46.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahala disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi : 46)

Dalam mendidik anak, tentunya harus ada kesepakatan antara bapak ibu sebagai orang tua, akan dibawa kepada pendidikan yang otoriter atau pendidikan yang demokratis atau bahkan yang liberal, sebab mereka penentu pelaksana dalam keluarga.

Dalam kehidupan masyarakat terkecil, yaitu keluarga, suami secara fungsional adalah penanggung jawab utama rumah tangga (keluarga) sedangkan istri adalah mitra setia yang aktif konstruktif mengelola rumah tangga. Operasionalisasi kehidupan berkeluarga sebaiknya dilakukan berdasarkan amar makruf nahi munkar.
Salah satu wujud amar makruf nahi munkar dalam kehidupan berkeluarga adalah memberikan pendidikan kepada putra putrinya berdasarkan ajaran Islam. Antara keluarga satu dengan keluarga lainnya mempunyai prinsip dan sistem sendiri-sendiri dalam mendidik anaknya. Namun orang tua jangan terbuai atau melupakan terhadap ajaran-ajaran Islam, terutama dalam hal pendidikan anak sebagaimana yang telah dicontohkan Rasul saw. sebagai pembawa panji-panji Islam, Rasul SAW tidak pernah mendidik putra-putrinya dengan pendidikan keras dan tidak dengan membebaskan anak-anaknya, tetapi beliau dalam mendidik keluarganya terutama kepada anak-anaknya adalah dengan limpahan kasih sayang yang amat besar. Senada dengan yang dikatakan oleh sahabat Anas ra. yaitu “aku tidak mendapatkan seseorang yang kasih sayangnya pada keluarganya melebihi Rasulullah SAW.”

Seorang muslim sepatutunya mencontoh teladan yang telah diberikan Rasul SAW, dalam memuliakan putra putrinya. Beliau dalam mendidik anak-anaknya melalui ajaran wahyu Ilahi yaitu dengan penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya. Dengan pemberian kasih sayang tersebut, diharapkan dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab anak merupakan aset masa depan. Sebagai orang tua dapat meneladani ajaran-ajaran Rasul SAW tersebut, melalui para pemikir dan pemerhati pendidikan (anak) dalam Islam. Salah satu pemerhati pendidikan (anak) dalam Islam yang memberikan gambaran yang benar sesuai dengan ajaran Islam adalah Ulwan. Ia memberikan pandangannya dalam mendidik anak dalam keluarga melalui metode-metode yang harus diterapkan dalam pendidikan anak termasuk dalam hal pendidikan moral. Apabila metode-metode tersebut diterapkan, niscaya apa yang menjadi harapan bersama sebagai muslimin yaitu tumbuhnya para generasi Islam yang tangguh dan sebagai penebar kebenaran, dapat direalisasikan.

Untuk mmemperoleh hasil yang baik dalam pelaksanaan pendidikan (moral) maka harus memenuhi beberapa faktor-faktornya. Salah satu faktornya adalah metode. Metode merupakan sarana untuk menyampaikan isi atau materi pendidikan tersebut, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan hasil yang baik.
Diantara metode pendidikan moral anak dalam keluarga yang ditawarkan oleh Abdullah Nashih Ulwan adalah :

1. Pendidikan dengan keteladanan

Menurut al-Ghazali anak adalah amanat bagi orang tuanya. Hatinya yang suci merupakan permata tak ternilai harganya, masih murni dan belum terbentuk. Orang tuanya merupakan arsitek atau pengukir kepribadian anaknya. Sebelum mendidik orang lain, sebaiknya orang tua harus mendidik pada dirinya terlebih dahulu. Sebab anak merupakan peniru ulung. Segala informasi yang masuk pada diri anak, baik melalui penglihatan dan pendengaran dari orang di sekitarnya, termasuk orang tua akan membentuk karakter anak tersebut. Apalagi anak yang berumur sekitar 3-6 tahun, ia senantiasa melakukan imitasi terhadap orang yang ia kagumi (ayah dan ibunya). Rasa imitasi dari anak yang begitu besar, sebaiknya membuat orang tua harus ekstra hati-hati dalam bertingkah laku, apalagi didepan anak-anaknya. Sekali orang tua ketahuan berbuat salah dihadapan anak, jangan berharap anak akan menurut apa yang diperintahkan. Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi orang tua pemegang amanat, untuk memberikan teladan yang baik kepada putra putrinya dalam kehidupan berkeluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Orang tua terutama ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak dalam membentuk pribadinya.

Ibu mempengaruhi anak melalui sifatnya yang menghangatkan, menumbuhkan rasa diterima, dan menanamkan rasa aman pada diri anak. Sedangkan ayah mempengaruhi anaknya melalui sifatnya yang mengembangkan kepribadian, menanamkan disiplin, memberikan arah dan dorongan serta bimbingan agar anak tambah berani dalam menghadapi kehidupan.

Teladan yang baik dari orang tua kepada anak (sekitar umur 6 tahun) akan berpengaruh besar kepada perkembangan anak di masa mendatang. Sebab kebaikan di waktu kanak-kanak awal menjadi dasar untuk pengembangan di masa dewasa kelak. Untuk itu lingkungan keluarga harus sebanyak mungkin memberikan keteladanan bagi anak. Dengan keteladanan akan memudahkan anak untuk menirunya. Sebab keteladanan lebih cepat mempengaruhi tingkah laku anak. Apa yang dilihatnya akan ia tirukan dan lama kelamaan akan menjadi tradisi bagi anak. Hal ini sesuai firman Allah SWT QS. al-Ahzab ( 33) : 21.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21)

Dalam hal keteladanan ini, lebih jauh Abdullah Nashih Ulwan menafsirkan dalam beberapa bentuk, yaitu :
a. Keteladanan dalam ibadah.
b. Keteladanan bermurah hati.
c. Keteladanan kerendahan hati.
d. Keteladanan kesantunan.
e. Keteladanan keberanian.
f. Keteladanan memegang akidah

Karena obyeknya anak (kanak-kanak) tentunya bagi orang tua dalam memberikan teladan harus sesuai dengan perkembangannya sehingga anak mudah mencerna apa yang disampaikan oleh bapak ibunya. Sebagai contoh agar anak membiasakan diri dengan ucapan “salam”, maka senantiasa orang tua harus memberikan ajaran tersebut setiap hari yaitu hendak pergi dan pulang ke rumah (keteladanan kerendahan hati). Yang penting bagi orang tua tampil dihadapan anak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, niscaya semua itu akan ditirunya.

2. Pendidikan dengan adat kebiasaan

Setiap manusia yang dilahirkan membawa potensi, salah satunya berupa potensi beragama. Potensi beragama ini dapat terbentuk pada diri anak (manusia) melalui 2 faktor, yaitu : faktor pendidikan Islam yang utama dan faktor pendidikan lingkungan yang baik. Faktor pendidikan Islam yang bertanggung jawab penuh adalah bapak ibunya. Ia merupakan pembentuk karakter anak. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah.

“Dari Abi hurairah ra. telah bersabda Rasulullah SAW. tidak ada anak yang dilahirkan, kecuali dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya sebagai orang yahudi, nasrani, atau majusi”. (HR. Muslim)

Setelah anak diberikan masalah pengajaran agama sebagai sarana teoritis dari orang tuanya, maka faktor lingkungan harus menunjang terhadap pengajaran tersebut, yakni orang tua senantiasa memberikan aplikasi pembiasaan ajaran agama dalam lingkungan keluarganya. Sebab pembiasaan merupakan upaya praktis dan pembentukan (pembinaan) dan persiapan.

Pada umur kanak-kanak kecenderungannya adalah meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, baik saudara famili terdekatnya ataupun bapak ibunya. Oleh karena itu patut menjadi perhatian semua pihak, terutama orang tuanya selaku figur yang terbaik di mata anaknya. Jika orang tua menginginkan putra putrinya tumbuh dengan menyandang kebiasaan-kebiasaan yang baik dan akhlak terpuji serta kepribadian yang sesuai ajaran Islam, maka orang tua harus mendidiknya sedini mungkin dengan moral yang baik. Karena tiada yang lebih utama dari pemberian orang tua kecuali budi pekerti yang baik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW yang diriwayatkan al-Tirmidzi dari Ayyub bin Musa.

"Diceritakan dari Ayyub bin Musa dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw bersabda : Tidak ada pemberian yang lebih utama dari seorang ayah kepada anaknya kecuali budi pekerti yang baik”. (H.R At-Tirmidzi)

Apabila anak dalam lahan yang baik (keluarganya) memperoleh bimbingan, arahan, dan adanya saling menyayangi antar anggota keluarga, niscaya lambat laun anak akan terpengaruh informasi yang ia lihat dan ia dengar dari semua perilaku orang– orang disekitarnya. Dan pengawasan dari orang tua sangat diperlukan sebagai kontrol atas kekeliruan dari perilaku anak yang tak sesuai dengan ajaran Islam.

3. Pendidikan dengan Nasihat
Pemberi nasihat seharusnya orang yang berwibawa di mata anak. Dan pemberi nasihat dalam keluarga tentunya orang tuanya sendiri selaku pendidik bagi anak. Anak akan mendengarkan nasihat tersebut, apabila pemberi nasihat juga bisa memberi keteladanan. Sebab nasihat saja tidak cukup bila tidak diikuti dengan keteladanan yang baik.

Anak tidak akan melaksanakan nasihat tersebut apabila didapatinya pemberi nasihat tersebut juga tidak melaksanakannya. Anak tidak butuh segi teoritis saja, tapi segi praktislah yang akan mampu memberikan pengaruh bagi diri anak.

Nasihat yang berpengaruh, membuka jalannya ke dalam jiwa secara langsung melalui perasaan. Setiap manusia (anak) selalu membutuhkan nasihat, sebab dalam jiwa terdapat pembawaan itu biasanya tidak tetap, dan oleh karena itu kata–kata atau nasihat harus diulang–ulang. Nasihat akan berhasil atau mempengaruhi jiwa anak, tatkala orangtua mampu memberikan keadaan yang baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. al-Baqarah ( 2) : 44.

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kabaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat) ? maka tidakkah kamu berpikir ? (Q.S al-Baqarah : 44)

Agar harapan orang tua terpenuhi yakni anak mengikuti apa– apa yang telah diperintahkan dan yang telah diajarkannya, tentunya disamping memberikan nasihat yang baik juga ditunjang dengan teladan yang baik pula. Karena pembawaan anak mudah terpengaruh oleh kata–kata yang didengarnya dan juga tingkah aku yang sering dilihatnya dalam kehidupan sehari–hari dari pagi hari sampai sore hari.

Nasihat juga harus diberikan sesering mungkin kepada anak–anak masa sekolah dasar, sebab anak sudah bersosial dengan teman sebayanya. Agar apa–apa yang telah diberikan dalam keluarganya tidak mudah luntur atau tepengaruh dengan lingkungan barunya.

Penyajian atau memberikan nasihat itu ada pembagiannya, yaitu :

a. Menyeru untuk memberikan kepuasan dengan kelembutan atau penolakan.
Sebagai contohnya adalah seruan Lukman kepada anak–anaknya, agar tidak mempersekutukan Allah SWT. Q.S. Lukman (31) :13.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar–benar kezaliman yang besar.” (Q.S Luqman : 13).

b. Metode cerita dengan disertai tamsil ibarat dan nasihat
Metode ini mempunyai pengaruh terhadap jiwa dan akal. Biasanya anak itu menyenangi tentang cerita-cerita. Untuk itu orang tua sebisa mungkin untuk memberikan masalah cerita yang berkaitan dengan keteladanan yang baik yang dapat menyentuh perasaannya.Sebagaimana firman-Nya dalam QS. al-A`raf (7) : 176.

“… Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir”.[24]

c. Pengarahan melalui wasiat
Orang tua yang bertanggung jawab tentunya akan berusaha menjaga amanat-Nya dengan memberikan yang terbaik buat anak demi masa depannya dan demi keselamatannya.

4. Pendidikan dengan Perhatian
Sebagai orangtua berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan–kebutuhan anaknya, baik kebutuhan jasmani ataupun kebutuhan yang berbentuk rohani. Diantara kebutuhan anak yang bersifat rohani adalah anak ingin diperhatikan dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Pendidikan dengan perhatian adalah mencurahkan, memperhatikan dan senantiasa mengikuti perkembangan anak dalam pembinaan akidah dan moral, persiapan spiritual dan sosial, disamping selalu bertanya tentang situasi pendidikan jasmani dan daya hasil ilmiahnya.

Orang tua yang bijaksana tentunya mengetahui perkembangan-perkembangan anaknya. Dan ibu adalah pembentuk pribadi putra putrinya lebih besar prosentasenya dibanding seorang ayah. Tiap hari waktu Ibu banyak bersama dengan anak, sehingga wajar bila kecenderungan anak lebih dekat dengan para ibunya. Untuk itu ibu diharapkan mampu berkiprah dalam mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan putra-putrinya.

Orang tua yang baik senantiasa akan mengoreksi perilaku anaknya yang tidak baik dengan perasaan kasih sayangnya, sesuai dengan perkembangan usia anaknya. Sebab pengasuhan yang baik akan menanamkan rasa optimisme, kepercayaan, dan harapan anak dalam hidupnya. Dalam memberi perhatian ini, hendaknya orang tua bersikap selayak mungkin, tidak terlalu berlebihan dan juga tidak terlalu kurang. Namun perhatian orang tua disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.

Apabila orang tua mampu bersikap penuh kasih sayang dengan memberikan perhatian yang cukup, niscaya anak-anak akan menerima pendidikan dari orang tuanya dengan penuh perhatian juga. Namun pangkal dari seluruh perhatian yang utama adalah perhatian dalam akidah.

5. Pendidikan dengan memberikan hukuman
Hukuman diberikan, apabila metode-metode yang lain sudah tidak dapat merubah tingkah laku anak, atau dengan kata lain cara hukuman merupakan jalan terakhir yang ditempuh oleh pendidik, apabila ada perilaku anak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sebab hukuman merupakan tindakan tegas untuk mengembalikan persoalan di tempat yang benar. Hukuman sesungguhnya tidaklah mutlak diberikan. Karena ada orang dengan teladan dan nasehat saja sudah cukup, tidak memerlukan hukuman. Tetapi pribadi manusia tidak sama seluruhnya. Sebenarnya tidak ada pendidik yang tidak sayang kepada siswanya. Demikian juga tidak ada orang tua yang merasa senang melihat penderitaan anaknya. Dengan memberikan hukuman, orang tua sebenarnya merasa kasihan terhadap anaknya yang tidak mau melaksanakan ajaran Islam. Karena salah satu fungsi dari hukuman adalah mendidik. Sebelum anak mengerti peraturan, ia dapat belajar bahwa tindakan tertentu benar apabila tidak menerima hukuman dan tindakan lainnya salah apabila mendapatkan suatu hukuman.

Dalam memberikan hukuman ini diharapkan orang tua melihat ruang waktu dan tempatnya. Diantara metode memberikan hukuman kepada anak adalah :
a. Menghukum anak dengan lemah lembut dan kasih sayang.
b. Menjaga tabiat anak yang salah.
c. Hukuman diberikan sebagai upaya perbaikan terhadap diri anak, dengan tahapan yang paling akhir dari metode-metode yang lain.

Memberi hukuman pada anak, seharusnya para orang tua sebisa mungkin menahan emosi untuk tidak memberi hukuman berbentuk badaniah. Kalau hukuman yang berbentuk psikologis sudah mampu merubah sikap anak, tentunya tidak dibutuhkan lagi hukuman yang menyakitkan anak tersebut. Hukuman bentuknya ada dua, yakni hukuman psikologis dan hukuman biologis.

Bentuk hukuman yang bersifat psikologis adalah :
a. Menunjukkan kesalahan dengan pengarahan.
b. Menunjukkan kesalahan dengan memberikan isyarat.
c. Menunjukkan kesalahan dengan kecaman.

Hukuman bentuk psikologis ini diberikan kepada anak dibawah umur 10 tahun. Apabila hukuman psikologis tidak mampu merubah perilaku anak, maka hukuman biologis lah yang dijatuhkan tatkala anak sampai umur 10 tahun tidak ada perubahan pada sikapnya. Hal ini dilakukan supaya anak jera dan tidak meneruskan perilakunya yang buruk. Sesuai sabda Rasul SAW yang diriwayatkan Abu Daud dari Mukmal bin Hisyam.

"Suruhlah anak kalian mengerjakan shalat, sedang mereka berumur tujuh tahun, dan pukulilah mereka itu karena shalat ini, sedang mereka berumut sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka”. (HR. Abu Daud)




 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.135.000

Lapis-Lapis Keberkahan

Alhamdulillah buku ini CETAK ULANG 3 hari Setelah Launching...!!

Memburu berkah amatlah berat, tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat

Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro-U Media

Ukuran: 15.5 x24 cm
Halaman : 517 hal
Lapis-Lapis KeberkahanDetail Produk
Sinopsis

Bahagia adalah kata paling menyihir dalam hidup manusia. Jiwa merinduinya. Akal mengharapinya. Raga mengejarnya. Tapi kebahagiaan adalah goda yang tega. Ia bayangan yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap, menghilang jika dihadang. Di nanar mata yang tak menjumpa bahagia; insan lain tampak lebih cerah. Di denging telinga yang tak menyimak bahagia; insan lain terdengar lebih ceria. Di gerisik hati yang tak merasa bahagia; insan lain berkilau bercahaya.

Buku ini disusun dengan keinsyafan kecil; bahwa jika bahagia dijadikan tujuan, kita akan luput menikmatinya sepanjang perjalanan. Bahwa jika bahagia dijadikan cita, kita akan kehilangan ia sebagai rasa. Bahwa jika bahagia djadikan tugas jiwa, kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba. Bahwa jika bahagia dijadikan tema besar kehidupan, kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Maka buku ini diberi tajuk ìLapis-Lapis Keberkahanî. Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna, serta rasa; yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindra itu ialah; ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal, dan jasad kita.

Ialah lapis-lapis keberkahan. Mungkin bukan nikmat atau musibahnya, tapi syukur dan sabarnya. Bukan kaya atau miskinnya, tapi shadaqah dan doanya. Bukan sakit atau sehatnya, tapi dzikir dan tafakkurnya. Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qana`ahnya. Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhuínya. Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaqnya. Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara`nya. Bukan sukar atau mudahnya, tapi íamal dan jihadnya. Bukan berat atau ringannya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman, dan ihsan kita; membuntutinya hingga ke surga.




 
Berat : 700 gram

Harga: Rp.100.000

Buku Anak – Rukun Iman

Penyusun : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah & Tim Pustaka Ibnu 'Umar
Penerbit: Pustaka Ibnu Umar
Ukuran : 10,5 x 14,5
Ketebalan : 64 hal
Buku Anak – Rukun ImanDetail Produk
Wahai Anakku, pelajari dan pahami sungguh-sungguh Rukun Iman ini dan apa yang sudah kalian dapatkan maka lakukanlah segera, jangan ditunda-tunda dalam meng-amalkannya. Karena hal ini merupakan amal shalih yang sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dengan mengikuti cara Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang Insya Allah akan membawa kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat bagi kalian dan orang tua kalian.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi kalian dan orang tua kalian.




 
Berat : 100 gram

Harga: Rp.14.000

Serial Akidah & Rukun Iman (7 Jilid)

Penulis : Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar rahimahullah
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jilid 1 - Allah Subhaanahu wa Ta'ala (Rp.100.000)
Jilid 2 - Malaikat, Jin & Syaitan (Rp.100.000)
Jilid 3 - Rasul & Risalah (Rp.100.000)
Jilid 4 - Tanda -Tanda Kiamat (Rp.100.000)
Jilid 5 - Peristiwa Kiamat (Rp.100.000)
Jilid 6 - Surga & Neraka (Rp.100.000)
Jilid 7 - Qadha & Qadar (Rp.50.000)

Bonus: Box Exclusive


Ukuran
15,5 x 23,5 cm

Kover
Hard

Berat
6000 gr / Set
900 gr / Jilid 1
900 gr / Jilid 2
900 gr / Jilid 3
900 gr / Jilid 4
900 gr / Jilid 5
900 gr / Jilid 6
600 gr / Jilid 7
Serial Akidah & Rukun Iman (7 Jilid)Detail Produk
Rosululloh Shalollohu’alihi Wasalam bersabda:

”Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya, dan bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Alloh, rosul-Nya, dan kalimat-Nya yang dia letakkan pada Maryam dan bahwa beliau adalah salah satu ruh dari ruh-ruh yang diciptakan oleh Alloh, serta bersaksi bahwa jannah dan neraka adalah haq, Alloh pasti akan memasukkan dia kedalam jannah sesuai dengan amalannya” (HR Al-Bukhori, Muslim, dan Ahmad)


Kedudukan akidah dan rukun iman amat penting dalam ajaran Islam. Ibarat sebuah bangunan, akidah adalah fondasi dan rukun iman adalah tiangnya. Adapun ibadah, akhlak, dan ajaran lainnya sebagai pelengkap serta penghias bagian atas bangunan tersebut.

Bayangkan jika rumah dibangun tanpa fondasi dan tiang! Pasti bangunan seperti itu sangat rapuh dan mudah runtuh meski hanya tertiup angin, apalagi bila dihantam badai dan gempa bumi. Bahkan ia tidak akan mampu untuk sekadar mempertahankan atapnya.

Demikian pula bangunan Islam. Ia mudah runtuh tanpa ditopang akidah dan rukun iman yang kokoh dan benar!

Sedemikian pentingnya kedudukan akidah dalam Islam membuat Nabi Muhammad mendakwahkannya lebih dari setengah masa kenabian beliau di Makkah, selama 13 tahun.

Di antara kelebihan buku ini, sepengetahuan kami:

Penulisnya ulama yang ulung dan berkompeten. Buku serial akidah paling lengkap dan sempurna. Manhaj akidah penulisnya yang lurus. Buku ini kaya oleh informasi dan wawasan.




 
Berat : 6 kg

Harga: Rp.650.000

Terapi Mensucikan Jiwa

Penulis : Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Terapi Mensucikan JiwaDetail Produk
Intisari ajaran Islam tentang ketakwaan dan kesalehan yang dipetik dari al-Qur`an, hadis Rasulullah s.a.w., dan renungan-renungan keagamaan tentang penyucian jiwa serta pembinaan akhlak mulia, untuk dapat menjalani kehidupan secara lebih baik dengan sesama manusia (hablun min an-nâs) dan dengan Allah (hablun min Allâh)

Setiap muslim dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang saleh. Sebab, kesalehan menghimpun seluruh kebaikan dan nilai-nilai luhur yang diajarkan Islam. Sehingga, ia pun akan dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia maupun dengan Allah.

Buku ini menuntun kita untuk meraih kesalehan dan mewujudkan ketakwaan kepada Allah s.w.t. Dirangkai dalam untaian nasihat dan hikmah yang disarikan dari ayat-ayat al-Qur`an, hadis Nabi s.a.w., atsar para sahabat dan as-salaf ash-shâlih serta renungan moral-spiritual penulisnya, karya ini sarat makna dan meggugah kalbu pembacanya.

Di dalamnya ditunjukkan, bagaimana setiap Muslim harus dapat menghidupkan hati dan membersihkan jiwa, salah satunya, dengan selalu membaca al-Qur`an, menghayati maknanya, dan mengamalkan ajarannya. Penulisnya juga menjelaskan, bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan menuju ridha Allah. Untuk dapat mencapai ridha-Nya, manusia harus tetap berjalan di atas jalan yang sudah digariskan oleh-Nya, dan menjauhi maksiat-Nya.Karya ini tidak hanya mengajak kita untuk merenungkan kembali kedudukan kita sebagai hamba yang lemah dan mudah melakukan kesalahan, melainkan mendorong kita juga untuk dapat memptaktikkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai luhur Islam. Sehingga, kita pun akan memiliki kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial dalam menjalani kehidupan sehari-hari di bawah naungan ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.





 
Berat : 0.8 kg

Harga: Rp.92.000

Jangan Menyerah Ada Hikmah Dibalik Ujian

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 12.5 x 17,5 cm
Jangan Menyerah Ada Hikmah Dibalik UjianDetail Produk
Adakah manusia yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah adalah segala sesuatu yang tak diinginkan yang menimpa seseorang, apa pun bentuknya, sebagai sunnatullah yang berlaku atas hamba-hamba-Nya. Musibah tidak hanya menimpa orang-orang yang jauh dari nilai-nilai agama saja, namun juga orang-orang mukmin dan bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.

Seberat apa pun musibah yang dialami seorang Mukmin, tidak lepas dari ujian Allah untuk menguji seteguh apakah keimanan yang ia miliki. Apakah imannya akan rapuh dengan satu ujian saja, ataukah akan semakin kuat? Allah s.w.t. berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut: 2).

Dengan demikian, tak ada musibah yang diturunkan Allah dengan sia-sia. Sebab, Allah s.w.t. Mahaadil dengan menyiapkan hikmah di baliknya. Tahukah kita, bahwa musibah diturunkan Allah untuk menyucikan jiwa manusia dari dosa dan maksiat? Tidakkah kita menyadari, bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya yang ditimpa musibah? Selain itu, musibah juga merupakan pelajaran bagi manusia agar dapat berempati terhadap sesama dan selalu mensyukuri nikmat Allah.

Masih banyak lagi hikmah di balik musibah yang dipaparkan oleh buku ini. Karya ini tak hanya mengantarkan kita untuk dapat bersikap ridha terhadap setiap musibah yang kita hadapi, namun juga sekaligus mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah s.w.t.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang menentang tasawuf, namun kritiknya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.




 
Berat : 150 gram

Harga: Rp.20.000

Faedah DZIKIR Yang Menakjubkan

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Ibnu Umar
Ukuran : Buku Saku 10.5 x 15 cm
Halaman : 80 halaman
Faedah DZIKIR Yang MenakjubkanDetail Produk
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian amal-amal kalian yang terbaik, paling suci di sisi Raja kalian dan paling meninggikan derajat kalian, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik daripada kalian berjumpa dengan musuh kalian , dimana kalian memancung leher mereka atau mereka memancung leher kalian?” Para Sahabat menjawab, “Tentu saja mau.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dzikir mengingat Allah Ta'ala.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang yang mati dan orang yang hidup.”

Dan masih ada faedah-faedah lainnya hingga 75 faedah yang Ibnul Qayyim Rahimahullah himpun.
Selamat menikmati faedahnya.




 
Berat : 0.1 kg

Harga: Rp.13.000

Stop Maksiat Sebelum Terlambat

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 12.5 x 17,5 cm
Stop Maksiat Sebelum TerlambatDetail Produk
Tahukah kita bahwa perbuatan maksiat itu dapat memperpendek usia? Selain itu, maksiat juga menyebabkan kesulitan hidup, menutup pintu rezki, menumbuhkan perasaan gelisah dalam diri pelakunya, menumpulkan kemampuan berpikir, dan membahayakan manusia di dunia dan di akhirat. Meski hanya Allah yang mengetahui akibat dan pengaruhnya secara pasti, namun demikian dampak maksiat dapat dirasakan oleh pelakunya maupun oleh orang-orang di sekitarnya.

Dengan mengacu pada dalil-dalil al-Qur`an, hadis Rasulullah s.a.w., dan nasihat para ulama yang saleh, buku ini memerinci dampak dan akibat perbuatan maksiat terhadap pelakunya dan lingkungannya. Penulisnya menjelaskan, maksiat yang dilakukan terus menerus akan meninggalkan noda dan kerak pada hati pelakunya. Jika dibiarkan, noda dan kerak itu akan semakin tebal dan sulit dihilangkan.

Melalui buku ini, kita tidak hanya dapat mengetahui pelbagai macam dampak maksiat dalam kehidupan, namun juga mengingatkan kita untuk menghindari perbuatan dosa, serta menyadarkan kita untuk selalu dekat dengan-Nya. Sehingga, kehidupan maupun jiwa kita pun tenang, tenteram, dan bahagia di bawah naungan ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang menentang tasawuf, namun kritiknya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.




 
Berat : 0.3 kg

Harga: Rp.20.000

Tobat dan Inabah

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Hard Cover
Ukuran : 15.5 x 24 cm
Halaman : 434 halaman
Tobat dan InabahDetail Produk
Mengungkap rahasia dan makna tobat berdasarkan pada keterangan dalil-dalil al-Qur`an dan sunnah yang sahih, dilengkapi penjelasan tentang jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan dosa, beserta tata cara melakukan tobat dari dosa-dosa itu dan menggapai maqam inabah.

Tobat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. Artinya, ia harus menjauhi jalan para pelaku dosa dan maksiat, dan kembali menempuh ketaatan kepada Allah s.w.t. Dalam upaya melakukan tobat tersebut, diperlukan syarat-syarat khusus agar tobat diterima oleh Allah dan maqam inabah (kembali tunduk kepada Allah) tercapai.
Tobat dan Inabah adalah literatur klasik terlengkap tentang tobat dan inabah yang disarikan dari dalil-dalil al-Qur`an, sunnah Rasulullah s.a.w., dan nasihat para ulama salaf yang saleh. Di dalamnya dijelaskan makna tobat dan inabah, pengertian dan hakikat tobat nasuha, syarat-syaratnya, hingga tanda-tanda seseorang sudah mencapai maqam inabah. Bahkan, penulisnya--Imam Ibnul Qayyim--melengkapi kajiannya dengan paparan yang rinci mengenai jenis-jenis dosa, dan cara tobat dari setiap jenis dosa beserta rahasia di balik masing-masing cara tobat tersebut. Misalnya, bagaimana cara tobat orang yang melakukan ghashab (memakai hak orang lain tanpa izin)? Mengapa qishaash (sanksi hukum yang setimpal dengan pelanggaran yang dilakukan) digariskan oleh syariat sebagai sarana pertobatan dari dosa membunuh?

Buku ini tak hanya memberikan kita pengetahuan tentang tobat dan inabah, namun juga menuntun kita untuk dapat membawa diri kita menghindari dosa dan maksiat serta melakukan tobat dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Dengan membaca dan mempraktikkan tuntunannya, kita pun akan menjadi pribadi-pribadi bertakwa yang selalu berada di jalan yang digariskan-Nya, dan meraih ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M - 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang sebagai kritikus tasawuf, namun sikap kritisnya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi. Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.





 
Berat : 0.7 kg

Harga: Rp.100.000

Buku Pintar Memutuskan Perkara

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cover : Hard Cover
Halaman : 592 halaman
Ukuran : 15,5 x 24,5 cm
Buku Pintar Memutuskan PerkaraDetail Produk
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah seorang ulama jenius yang berwawasan global. Beliau seorang pemikir Islam, ahli sejarah dan fikih yang handal, memiliki analisa yang orisinil serta ijtihad dan fatwa yang brilian. Beliau salah seorang ulama salaf yang bisa diterima oleh banyak kalangan. Karena itu, karya-karyanya terus dicari oleh para penuntut ilmu.

Buku ”Buku Pintar Memutuskan Perkara” ini adalah salah satu karya monumental beliau yang menjadi referensi dari masa ke masa. Terutama bagi ulama, pemimpin, wakil rakyat, penuntut ilmu serta seorang muslim yang ingin memperdalam Islamnya. Seperti judul asli buku ini, ”At-Thuruqul Hukmiyah fi As-Siyasati Asy-Syar’iyah, dalam buku ini dipaparkan beragam metode memutuskan perkara atau kebijakan yang terjadi pada masa Rasulullah, sahabat, tabi’in dan para khalifah, baik perkara yang terkait dengan pribadi, keluarga, peradilan, sampai negara. Tak pelak, buku ini layak dimiliki untuk melengkapi buku-buku referensi Islam Anda.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.107.000

FAWAIDUL FAWAID

Menyelami Samudra Hikmah dan Lautan Ilmu. Menggapai Puncak Ketajaman Batin Menuju Allah

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Cover : Hard Cover
Halaman : 700 halaman
Ukuran : 17 x 24 cm
FAWAIDUL FAWAIDDetail Produk
Islam, ajaran yang sarat hikmah dan pesan-pesan agung bagi kehidupan lahir dan batin manusia. Setiap ibadah fisik yang diajarkannya selalu membawa pesan-pesan batin, dan setiap pesan batin yang dibawanya selalu menuntut perwujudan secara fisik.

Laksana samudera yang luas nan dalam, buku ini menghadirkan pe­tualangan dan pergulatan spiritual yang penuh pengetahuan, hikmah, kearifan, dan pesan luhur yang terkandung dalam ajaran Islam. Semua itu disuguhkan dengan pemaparan yang mendalam dan menyentuh sisi-sisi batin Anda. Kebutuhan batin Anda akan dipenuhi dengan hikmah-hikmah di balik ajaran tauhid dan makrifatullah. Lalu, wawasan dan pe­mahaman Anda tentang al-Qur-an dan as-Sunnah akan diperkaya dengan pembahasan tafsir beberapa surah, penjelasan hadits, dan kaidah fikih yang tidak ditemukan di sembarang buku.

Kalbu Anda juga akan dipertajam oleh pembahasan hati dengan berbagai amalannya; dan karenanya Anda akan menyadari bahwa ajaran Islam bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga mencakup amalan hati yang sering kali diabaikan. Khazanah buku ini semakin lengkap dengan pemaparan potret hidup orang-orang Shalih dan mutiara hati yang terangkum dalam petuah-petuah bijak.

Dengan menyelami buku ini, insya Allah pemahaman kita tentang hakikat ubudiyah menjadi sempurna; dan, pelita hati yang tercerahkan dengannya akan menyinari perjalanan kita menuju Allah. Telaahlah buku ini dalam-dalam. Renungilah setiap hikmah dan pesan di dalamnya perlahan-lahan. Sebab semakin dalam perenungan kita, semakin bercahaya hati kita, dan semakin dekat jarak penelurusan kita untuk menggapai kebahagiaan hakiki.







 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.140.000

INTISARI MADARIJUS SALIKIN (2 Jilid)

Jenjang Spiritual Para Penempuh Jalan Ruhani

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Robbani Press
Halaman : 988 + 816
Cover : Hard Cover

Jilid 1 : Rp.175.000
Jilid 2 : Rp.145.000
INTISARI MADARIJUS SALIKIN (2 Jilid)Detail Produk
Buku ini merupakan karya tulis Ibnul Qayyim yang paling monumental dalam bidang tazkiyatun nafs atau tarbiyah ruhiyah. Bahkan buku ini boleh dikata setara dengan Ihya ‘Ulumuddin karya al-Ghazali. Karena Ibnul Qayyim dikenal sebagai ulama yang sangat ahli dalam membedah aspek-aspek kejiwaan dan spiritual manusia berikut terapinya berdasarkan al quran dan assunah


Membedah Sisi Kejiwaan Manusia

Al-Qur'an adalah kitab Allah yang menunjukkan jalan kepada-Nya bagi yang ingin mengenal-Nya. Ia adalah cahaya-Nya yang cemerlang yang menerangi kegelapan. Ia adalah rahmat yang dihadiahkan-Nya, yang berisi petunjuk untuk kemaslahatan semua makhluk. Ia adalah tali penghubung antara Dia dengan hamba-hamba-Nya ketika tali-tali penghubung lain telah putus berantakan. Ia adalah jalan lurus di mana pikiran sehat tak akan pernah menyimpang darinya Ia adalah peringatan bijaksana yang tidak akan dapat diselewengkan oleh hawa nafsu.

Ia adalah hidangan mulia di mana para ulama tak pernah merasa kenyang dengannya, tak pernah habis keajaibannya, tak pernah punah fleksibilitasnya, tak pernah sirna tanda-tanda kebesarannya, dan tak pernah kontradiktif petunjuk-petunjuknya. Semakin besar perhatian dan penghayatan orang terhadapnya, semakin bertambah pula petunjuk dan pengetahuannya. Setiap kali airnya mengalir, terpancar pula sumber-sumber hikmah darinya.

Dan kitab Madarijus-Salikin ini menjadi bukti, betapa al-Qur'an senantiasa menghidangkan santapan yang selalu segar bagi para pengkaji dan pencintanya. Bagaimana tidak, hanya untuk menerangkan satu ayat dalam al-Qur'an saja, yaitu ayat Iyyaka Na‘budu wa Iyyaka Nasta‘in , Ibnul Qayyim hingga menghabiskan tiga jilid buku besar (sekalipun edisi Indonesia buku ini baru diterjemahkan dua jilid) untuk membedahnya.

Hal ini juga sekaligus menjadi cermin keluasan pengetahuan penulisnya, yang begitu gigih dan tegar dalam menerangkan kebenaran dan membela agama Islam, yang teguh mempertahankan sunnah penghulu para Rasul (Nabi Muhammad), yang penanya tajam menusuk tenggorokan para ahli bid‘ah, dan dengan pedang kebenarannya yang runcing ditebasnya leher para ahli khurafat.

Seperti gurunya (Ibnu Taimiyyah), Ibnul Qayyim juga sangat gigih dalam memberontak otoritas mazhab-mazhab ilmu hukum (fiqih) dan sufisme. Sebagai gantinya, kaum Salaf lazim menggunakan istilah tarbiyah ruhiyah atau tazkiyatun-nafs . Dan keragaman istilah itu sesungguhnya bertemu pada satu titik, yaitu aspek kejiwaan dan spiritual manusia.

Dalam kaitan ini, Ibnul Qayyim telah berjasa memasukkan terminologi qur'ani ke dalam khazanah ilmu tentang jiwa, khususnya menyangkut pendakian seseorang dalam menuju Ilahi. Dari buku Madarijus Salikin ini, kita misalnya diperkenalkan dengan istilah/ manzilah tabattul , ikhbat , tadzakkur , i‘tisham , firar , riyadhah , raghbah , atau ri‘ayah , yang istilah-istilah itu tak masuk ke dalam khazanah “tasawuf konvensional”.

Maqam demi maqam yang dibahas Ibnul Qayyim, kecap demi kecap dari wasiat spiritualnya itu tidak hanya memperlihatkan betapa kayanya bahasa al-Qur'an, namun buku Madarijus Salikin ini juga menyiratkan betapa piawai penulisnya dalam membedah sisi-sisi kejiwaan manusia. Sementara aspek kejiwaan inilah yang menjadi penggerak utama perilaku manusia.

Karena itu, patut dipuji jika Robbani Press menerbitkan karya besar Ibnu Qayyim ini. Bagi penerbit yang lokasinya terletak di bilangan Jakarta Timur ini, ada empat alasan mengapa penerbit ini merasa perlu menerjemahkan dan menerbitkan buku Madarijus Salikin karya Ibnul Qayyim al-Jauziyah:

Pertama , buku ini merupakan karya tulis Ibnul Qayyim yang paling monumental dalam bidang pembersihan jiwa ( tazkiyatun-nafs atau tarbiyah ruhiyah ). Bahkan buku ini boleh dibilang setara dengan Ihya Ulumiddin karya al-Ghazali. Karena Ibnul Qayyim dikenal sebagai ulama yang sangat ahli dalam membedah aspek-aspek kejiwaan dan spiritual manusia, berikut berbagai terapinya berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah.

Kedua , sekalipun tidak sepenuhnya terhindar dari kesalahan, tetapi secara umum buku ini terbebas dari segala macam israiliyyat atau khurafat yang biasa menyertai buku-buku sufistik, karena penulisnya dikenal sebagai imam kaum salaf yang komit pada al-Qur'an dan as-Sunnah. Oleh sebab itu, buku ini terhindar dari kritik tajam para ulama, peneliti, sebagaimana dialami buku Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Imam Qayyim dalam buku ini telah diberi catatan kaki dan komentar oleh Abu Hamid al-Fiqqi, muhaqqiq edisi bahasa Arab buku ini dan seorang pendiri dan Amir Jama‘ah Ansharus-Sunnah al-Muhammadiyah, Mesir.

Ketiga , selama beradab-abad buku ini menjadi rujukan para ulama Ahlus Sunnah wal-Jama‘ah dalam masalah-masalah tazkiyatun-nafs dan perjalanan spiritual.
Keempat , kebutuhan gerakan Islam kepada tazkiyah ruhiyah yang semakin dirasakan di tengah arus materialisme yang telah melanda seluruh lapisan masyarakat dan aspek kehidupan manusia, khususnya di negeri kita tercinta Indonesia yang masih sangat memerlukan buku-buku ruhiyah seperti ini. (Abu Mukhlash).





 
Berat : 3 kg

Harga: Rp.320.000

TERAPI PENYAKIT HATI

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Hard Cover
TERAPI PENYAKIT HATIDetail Produk
Terapi Penyakit Hati adalah literatur tentang penyucian jiwa yang ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan, "Adakah cara untuk menyelamatkan seseorang yang bergelimang dosa, dan penyadari jika ia terus melakukan maksiat-maksiat maka ia akan merugi di dunia dan akhirat? Orang ini pun sudah berusaha dengan segala cara untuk mengentaskan dirinya dari kubangan dosa, namun justru ia semakin hanyut dalam maksiatnya. Adakah kiat untuk melawan hawa nafsunya?

Karya ini menjelaskan, bahwa penyebab tenggelamnya seseorang dalam dosa adalah hati yang sakit. Apabila tidak segera diobati, sakitnya akan kronis. Lalu, apa yang menyebabkan hati menjadi sakit? Dan adakah obat yang mujarab dan terapi yang tepat bagi penderita penyakit hati?

Berpijak pada dahil-dahil naqli dan aqli, Ibnul Qayyim-penulisnya-menguraikan pelbagai penyakit hati dan faktor penyebabnya. Bahawa perbuatan maksiat adalah faktor permicu penyakit hati. Tak hanya itu, perbuatan maksiat juga menutup pintu rezeki, menyebabkan doa tidak terkabul, dan membuat orang lain merasa tidak suka kepada pelakunya.

Melalui buku ini, kita tidak hanya mengetahui berbagai macam penyakit hati--yang disadari atau tidak--acap menimpa kita, namun juga mendapatkan resep untuk menghindari perbuatan maksiat dan dosa. Sehingga hati dan jiwa kita menjadi bersih, yang pada akhirnya menjadikan hidup kita diberkahi dan diridhai oleh-Nya.





 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.90.000

‘UDDATUSH SHABIRIN – Bekal Untuk Orang-orang Yang Sabar

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
‘UDDATUSH SHABIRIN – Bekal Untuk Orang-orang Yang SabarDetail Produk
Buku ini memberikan tuntunan bagi kita untuk dapat menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Dengan mengacu pada dalil-dalil dari al-Qur`an, sunnah Nabi, dan hikmah dari kehidupan para ulama salaf, penulisnya memerinci langkah-langkah untuk menjadi seorang hamba Allah yang shabûr (banyak bersabar) dan syakûr(pandai bersyukur), demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

‘Uddatush Shâbirîn, adalah karya yang secara khusus membahas konsep tentang sabar dan syukur dalam tataran praktis, serta menunjukkan bagaimana kedua nilai spiritual ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ditulis oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, seorang cendekiawan Muslim ternama yang karya-karyanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan wacana dan pemikiran keagamaan di dunia Islam hingga kini.

Meski ditulis lebih dari 6 abad silam, buku ini masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Terjemahannya ke dalam pelbagai bahasa dunia menunjukkan bahwa karya imam besar ini banyak dikaji dan dijadikan rujukan, terutama dalam bidang pembinaan akhlak dan penyucian jiwa.




 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.99.000

JALA’UL AFHAM – Keutamaan Shalawat Nabi

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Al-Qowam
Halaman : 718 halaman
JALA’UL AFHAM – Keutamaan Shalawat NabiDetail Produk
Sungguh tinggi keutamaan shalawat Nabi. Hanya dengan satu mengucapkan shalawat, Allah akan membalas dengan sepuluh kali shalawat untuk orang yang mengucapkannya. Luar biasa ! Bisakah Anda membayangkan diri Anda mendapat ucapan shalawat dari Allah Ta’ala ? Tidak hanya sekali, tapi sepuluh kali ?
Shalawat juga menjadi sebab sampainya doa seseorang pada Allah Ta’ala, karena do’a itu terhenti diantara langit dan bumi, tidak akan sampai pada Allah Ta’ala sebelum orang yang berdo’a tersebut bershalawat untuk Nabi Shalallahu’alaihiwassalam.

Lantas , kapan saja shalawat di ucapkan ? Bolehkah bershalawat untuk selain Nabi Shalallahu’alaihiwassalam ? seperti apakah kalimat shalawat yang utama di ucapkan ?
Jala’ul Afham, mengupas keutamaan shalawat, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang ada di tangan Anda ini akan menjawab banyak pertanyaan mendasar tentang shalawat Nabi. Di buka dengan pemaparan hadits-hadits tentang shlawat Nabi, lalu kapan waktu-waktu di utamakan bershalawat, dan di akhiri dengan ulasan seputar shalawat dan salam untuk selain nabi Shalallahu’alaihiwassalam.

Salah satu kelebihan buku ini , bagi Anda yang peduli kepada As-Sunnah, adalah setiap hadits yang di bahas, dilengkapi penjelasan apakah ia termasuk hadits shahih, hasan, ataupun ma’lul ( cacat ) dan tentunya sebab-sebab kecacatan hadits tersebut.
selamat membaca !




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.136.000

AL-JAWABUL KAFI - Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah hati

Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah Hati

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Al-Qowam
Halaman : 564 halaman
AL-JAWABUL KAFI - Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah hatiDetail Produk
Suatu hari dihadapkanlah kepada Ibnu abbas seorang pemuda kurus kering tampak seperti tulang berbalut kulit.Beliaupun bertanya,”ada apa gerangan dengan pemuda ini ?” Orang-orang menjawab,”Ia sedang dilanda ‘isyq (mabuk cinta).”Lantas Ibnu Abbas segera memohon perlindungan pada Allah dari isyq sepanjang umurnya.
Ishaq bin Ibrahim berkata :
“Ruh orang-orang yang mencintai itu wangi nan lembut. Badan mereka tipis dan ringan. Hiburan mereka adalah persahabatan. Kata-kata mereka menghidupkan hati dan menambah kecerdasan akal. Kalau saja bukan karena cinta,tentu kenikmatan dunia ini tidak akan ada lagi.”
Cinta, Sesuatu yang bermula dari hati. Apabila ia kelola dengan cara yang benar, tentunya akan menghantarkan





 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.110.000

IGHATSATUL LAHFAN - Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan

Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Al Aqwam
IGHATSATUL LAHFAN - Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya SetanDetail Produk
Hati adalah raja yang memiliki kewenangan mutlak mengatur, mengeluarkan instruksi, dan menggunakan seluruh organ tubuh manusia. Seluruh organ tunduk kepada kekuasaannya. Maka, hati merupakan kunci keistiqomahan maupun penyimpangan organ

Semua organ melaksanakan perintah hati dan menerima pemberiannya. Suatu perbuatan terlaksana dengan benar hanya apabila terbit dari kehendak hati. Hati adalah penanggung jawab seluruh organ, karena “Setiap pemimpin adalah penanggung jawab bagi rakyatnya.”

Tak heran, setan senantiasa berusaha merusak hati manusia, memikatnya dengan pesona syahwat, menghias sifat dan perbuatan jahat yang menghalangi dari jalan kebenaran, menawarkan kepadanya sarana-sarana kesesatan, dan memasang perangkap yang menjebaknya atau setidaknya menghambat perjalanannya menuju Allah.

Maka, menyelamatkan hati agar tetap terawat, sehat dan lurus menjadi fokus perhatian para penempuh jalan menuju Allah. Menyelamatkan hati agar terhindar dari penyakit dan mengobatinya jika telah tertimpa penyakit, merupakan langkah paling penting yang dilakukan oleh para ahli ibadah.

Buku di tangan Anda ini merupakan salah satu karya fenomenal ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang menjelaskan seluk-beluk hati sekaligus berbagai macam tipu daya setan yang membahayakan keselamatannya. Buku ini merupakan referensi penting bagi siapa yang ingin menyelamatkan hatinya. Juga bagi mereka yang ingin mengetahui beragam tipu daya setan yang sangat membahayakan.




 
Berat : 1.1 kg

Harga: Rp.160.000

Jangan Dekati Zina

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Darul Haq

Jangan Dekati ZinaDetail Produk
Persoalan seks dewasa ini dihamburkan melalui berbagai media dengan bebas, masyarakat akhirnya menganggap maksiat zina sebagai hal yang lumrah, na'udzubillah. Padahal -sebagaimana kata Imam Ahmad- tidak ada dosa setelah dosa membunuh yang lebih besar dari dosa zina.Buku ini dengan sangat baik, ringkas dan padat menjelaskan tentang pintu-pintu maksiat termasuk zina, akibat zina dan apa-apa yang harus dilakukan untuk menghindarkan diri daripadanya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita, keturunan kita dan segenap umat Islam sehingga tidak terjerumus pada perbuatan keji tersebut amin.




 
Berat : 0.2 kg

Harga: Rp.13.000

Kelengkapan Tarikh Rasulullah

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Kelengkapan Tarikh RasulullahDetail Produk
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah benar-benar berhasil menghidangkan sejarah Rasulullah yang membuat siapa saja betah berlama-lama membacanya. Bahasa buku ini mudah dimengerti, bahasan setiap tema tidak bertele-tele atau membosankan. Buku ini tidak sekedar berbicara tentang alur kehidupan sejarah Rasulullah dari A sampai Z. Tapi, juga memuat analisa-analisa menarik dan mendalam yang menjadi ciri khas Ibnul Qayyim Al-Jauziyah.

Kitab "Jami as-Sirah" ini menjadi pelengkap kitab-kitab sejarah Rasulullah yang sudah Anda miliki. Membaca sejarah Rasulullah adalah awal langkah bagi kita untuk makin mencintai beliau. Sebab, dengan begitu kita akan memahami berbagai keteladanan dan kemuliaan beliau.




 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.135.000

La Tahzan - Jangan Bersedih !

Penulis:Dr. `Aidh al-Qarni
Penerbit: Qisthi Press

Cover: Hard Cover
Halaman: 572 halaman

La Tahzan - Jangan Bersedih !Detail Produk
Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al-muthma`innah), Lâ Tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan al-Qur`an dan Sunah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata. Lâ Tahzan menjadi buku terlaris di Timur Tengah karena sejak cetakan pertamanya (th 2001), buku ini telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.

Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, Dr. `Aidh al-Qarni, seorang doktor dalam bidang hadis yang hafiz Qur`an, ribuan hadis, dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini.

Di Indonesia, buku ini mendapat sambutan luar biasa dan telah terjual puluhan ribu eksemplar.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.105.000

Aktualisasi Akhlak Muslim

Penulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-Atsari

Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah Ta'ala semata-mata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." ( H.R. Al-Bukhari )
Aktualisasi Akhlak MuslimDetail Produk
Ketinggian iman seseorang tidak dapat diukur secara pasti, tetapi kemuliaan akhlak merupakan cerminannya. Semakin sempurna akhlak seseorang semakin tinggi pula keimanannya. Dan sebaliknya, semakin rendah akhlak, semakin rendah pula keimanan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah sosok teladan yang menampilkan citra manusia berakhlak mulia dan berkeimanan sempurna. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menunjukkan jalan ke arahnya. Di manakah akhlak mulia dapat tumbuh subur dan berkembang menjadi sempurna?

Buku ini lengkap dan sederhana. Berbagai topik dibahas dengan bahasa yang mudah dicerna, diuraikan dengan dasar yang kuat dan dalil-dalil yang terjaga keshahihannya. Dilengkapi dengan pilar-pilar penyangga akhlak dan cara untuk meraih akhlak mulia. Tabiat manusia yang sejalan atau bertentangan dengan akhlak mulia serta apa solusinya pun menarik untuk disimak pemaparannya. Dan yang lebih menarik lagi, kita tidak hanya diharuskan berakhlak mulia kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Sang Pencipta dan kepada makhluk lain di sekitar kita.
 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.100.000

GRATIS... Panduan MUI "Mengenal & Mewaspadai PENYIMPANGAN SYI'AH di Indonesia"

Buku ini TIDAK KAMI JUAL tp akan diberikan GRATIS setiap ada pengiriman produk dari www.rumah-muslim.com tanpa melihat nilai pembelian

==========================

Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang:

"Mengenal & Mewaspadai PENYIMPANGAN SYI'AH di Indonesia"

Dilengkapi Pernyataan Ulama-Ulama Besar Indonesia:
1. Hadratu Syaikh Hasyim Asy'ari
2. Prof. DR.Hamka
3. DR.Muhammad Natsir
4. KH. Hasan Basri

Penyusun:
Tim Penulis MUI Pusat
GRATIS... Panduan MUI \"Mengenal & Mewaspadai PENYIMPANGAN SYI\Detail Produk
Tugas menjaga keselamatan aqidah umat Islam di indonesia secara kelembagaan berada di tangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Buku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi'ah yang belakangan mencuat lg ke permukaan dalam skala nasional.

Diantara isi buku:
A. Sejarah Syi'ah
B. Penyimpangan Ajaran Syi'ah
C. Pergerakan Syi'ah di Indonesia
D. Sikap MUI ttg paham Syi'ah

Dilengkapi Fatwa dan Pernyataan Ulama Indonesia Tentang Hakikat dan Bahaya Syi'ah.

Serta tabel:
- Lembaga Syi'ah di Indonesia (yayasan, majelis taklim, pendidikan)
- radio/tv syi'ah
- situs Web syi'ah
- Penerbit syi'ah
- dll
-------------

Buku ini TIDAK KAMI JUAL tp akan diberikan GRATIS setiap ada pengiriman produk dari www.rumah-muslim.com tanpa melihat nilai pembelian.
 
Berat : 200 gram

Harga: Call

Chicken Soup for Muslim

Judul : Chicken Soup for Muslim
Penulis: Ahmad Salim Baduwailan
Penerbit: Sukses Publishing
Tebal: 377 Halaman
Ukuran : 15 cm x 21 cm
Chicken Soup for MuslimDetail Produk
Belajarlah kepada pengalaman, karena itu merupakan guru terbaik yang akan menjadi jembatan anda menuju keberhasilan.

Banyak-banyaklah mengamati perjuangan orang-orang yang sukses, karena hal itu akan menjadi inspirasi anda untuk meraih kesuksesan.

Belajarlah dari kesalahan orang lain, agar anda tidak termasuk orang yang mengulangi kesalahan yang sama. Karena kegagalan adalah ketidakmampuan untuk menghindari dari kesalahan yang sama berulang-ulang.

Sempatkanlah waktu untuk merenungi berbagai peristiwa yang anda alami atau yang terjadi pada orang lain, karena hal itu akan menyehatkan jiwa dan pikiran anda.

Ustadz Ahmad Salim Badawuilan menyusun kisah-kisah nyata penuh hikmah yang akan di alihbahasakan oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainudin menjadi “Chicken Soup For Muslim”. Ya, kisah-kisah itu ibarat sup yang akan terasa sedap saat dihirup jiwa yang lapar akan hikmah dan pelajaran kehidupan. Maka anda pun jangan ketinggalann untuk membaca buku ini.





 
Berat : 400 gram

Harga: Rp.32.000

Bagaimana MENJADI PEGAWAI Yang AMANAH

Penulis: Abdul Muhsin bin Hamad Al-'Abad
Penerbit: Darul Falah
Bagaimana MENJADI PEGAWAI Yang AMANAHDetail Produk
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

" Barangsiapa di antara kalian yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami satu jarum atau yang lebih kecil, maka dia adalah khianat dan ia akan datang dengannya pada hari Kiamat." (Diriwayatkan Muslim)

Amanah adalah timbangan kejujuran setiap pegawai. Banyak orang yang ingin menjadi pegawai, namun sulit mendapatkan orang yang amanah dalam tugas-tugasnya. Segala bentuk menyia-nyiakan amanah hampir ditemui di berbagai sektor pekerjaan dan jabatan.

Buku ini menghadirkan nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah, bagaimana pegawai yang menjunjung tinggi amanah yang diembannya dalam menggapai ketenangan hidup di dunia dan keridhaan Rabbnya di surga.




 
Berat : 50 gram

Harga: Rp.9.000

FATWA FATWA TERKINI (3 Jilid)

Penyusun: Majmu'ah Minal Ulama
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
- Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al_Jibrin
- Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan
- Lajnah Dai'mah

Penerbit: Darul Haq
FATWA FATWA TERKINI (3 Jilid)Detail Produk
Hard Cover
Jilid 1: Rp.120.000 (656 hal)
Jilid 2: Rp.120.000 (720 hal)
Jilid 3: Rp.120.000 (578 hal)


Satu hal yang selaras dengan akal manusia, bahwa ucapan kelompok manapun dalam suatu masalah tidak akan diterima kecuali bila mereka yang mengucapkannya adalah orang yang menekuni dan menguasai bidang tersebut. Adalah aneh bilamana Anda melihat banyak di antara kaum muslimin begitu mudah menerima ajaran agama mereka dari siapa saja tanpa proses pengecekan atau penelitian terlebih dahulu.Kita sering menyaksikan dan mendengar kelompok-kelompok orang yang berlomba-lomba mengeluarkan fatwa sebelum merujuk kepada ahlinya, menyanggah hukum syari’at, padahal mereka bukan ahlinya serta suka mengevaluasi pendapat ulama padahal mereka ibarat orang yang duduk di deretan paling belakang dalam suatu kafilah.

Manakala kebanyakan orang telah bermalas-malasan untuk mencari ulama dan bertanya kepada mereka serta adanya orang yang tak dikenal yang terlalu berani mengeluarkan pernyataan dan fatwa, maka terjadilah sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah SAW bahwa kelak manusia akan menjadikan orang-orang yang jahil sebagai pemimpin, mereka ditanyai lalu memberikan fatwa tanpa landasan ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.

Oleh karena itu, amat mendesak sekali kebutuhan akan adanya pendekatan melalui fatwa dan jawaban terhadap masalah yang tengah dialami oleh setiap muslim dan muslimah, sehingga bagi pencari kebenaran terdapat peluang untuk mendapatkannya dan menimba dari sumbernya yang orisinil, apalagi bila sumbernya itu mampu memuaskan kebutuhan dan menuntaskannya.

Bagi siapa saja yang mengamati buku yang penuh mutiara-mutiara fatwa dan ucapan berharga ini, baik dari sisi telaah, analisa, tata letak bab, susunan dan penyebutan sumber serta takhrij yang dilakukan oleh pengoleksinya, pasti dia akan mengatakan bahwa pekerjaan ini bukanlah hal yang gampang apalagi dianggap kecil artinya. Saya bermohon kepada Allah SWT agar menjadikan buku ini bermanfaat bagi yang telah mengumpulkannya, membacanya dan mengamalkannya serta bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya.





 
Berat : 4 kg

Harga: Rp.360.000

Al I'tisham

Judul : Al I_tisham
(Buku Induk Pembasan Bid_ah dan Sunnah)

Penulis : Muhammad Asy-Syathibi
Penerbit : Pustaka Azzam
Isi : 960 Halaman
Al I\Detail Produk
Melakukan sebuah sunnah lebih baik daripada melakukan seribu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam Islam, hal-hal yang baru dalam Islam seringkali menipu manusia, seakan-akan ini bagian dari agama. Padahal kita harus tahu hakikatnya, tahu ilmunya dan tahu dasar berpijaknya. Secara lengkap insya Allah akan kita temui di buku Al I'tisham Imam Asy-Syatibi ini. Harapan kita semoga kita menjadi pandai untuk menyaring kebenaran sunnah dari kotoran hal-hal baru dalam agama, hasil tangan-tangan jahat manusia




 
Berat : 1.3 kg

Harga: Rp.159.000

Fiqih Dakwah Ummahatul Mukminin

Penulis : Dr.Khalid bin Muhammad
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jumlah Halaman
Jilid 1 : XX + 519 Lembar B/W (Rp.60.000)
Jilid 2 : XX + 498 Lembar B/W (Rp.60.000)

Berat
1458 gr / Set
Jilid 1: 0.8 kg
Jilid 2: 0.8 kg
Fiqih Dakwah Ummahatul MukmininDetail Produk
Ummahatul Mukminin mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyebaran dakwah dan pengajaran agama pada generasi sahabat dan tabi'in terutama kepada kalangan wanita muslimah.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa mereka adalah wanita-wanita mulia yang mendapat kesempatan merekam secara detail segala perikehidupan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, yang kemudian disampaikan pada kaum muslimin.

Mereka merupakan rujukan pertama bagi para sahabat – setelah wafatnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam-- dalam menanyakan masalah-masalah tertentu, terlebih masalah yang berkaitan dengan keluarga dan wanita.

Rumah-rumah mereka dijadikan sebagai madrasah-madrasah ilmu, tempat kaum Muslimin bertanya dan meminta fatwa. Sehingga keberadaan Ummahatul Mukminin menempati posisi terpenting, baik sebagai sumber pembelajaran ataupun sebagai figur teladan -- khususnya bagi kaum muslimah -- dalam keimanan.

Begitu juga dalam komitmen mereka mempertahankan norma-norma Islam, dimana mereka harus mengemban kewajiban-kewajiban khusus dan berat, sebagai konsekwensi logis atas tingkatan prestise yang mereka dapat melampaui wanita-wanita lain dalam masyarakat, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surat al-Ahzab ayat 32-33, yang artinya :

"Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita-wanita lain jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu "tunduk" dalam berbicara, sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya,. Sesungguhnya allah ingi menghilangkan dosa dari kamu hai Ahlu bait dan memberihkanmu sebersih-bersihnya."

Buku ini menyoroti sisi tertentu dari kehidupan Ummahatul Mukminin, yaitu mengenai manhaj, pola, sarana, dan fiqih dakwah mereka serta pengaruh keempat hal tersebut terhadap keberhasilan dakwah. Secara terperinci dan sistematis disebutkan satu persatu pola, manhaj, sarana, dan pengaruh dakwah istri-istri Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam yang berjumlah 11 orang tersebut disertai keutamaan, kedudukan, dan peranan masing masing dalam dakwah Islam.

Buku ini tentu sangat bermanfaat bagi para juru dakwah dan para pendidik serta akan memberikan inspirasi baru kepada mereka dalam dunia dakwah dan pendidikan.
 
Berat : 1.6 kg

Harga: Rp.120.000

Syarah Adab & Manfaat Menuntut Ilmu

Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jumlah Halaman: XVI + 297 Lembar B/W
Syarah Adab & Manfaat Menuntut IlmuDetail Produk
Dunia pendidikan dan menuntut ilmu termasuk salah satu aspek terpenting ummat yang menarik dibicarakan. Oleh karena itu telah banyak ditulis buku-buku dan artikel-artikel yang berkaian dengan pendidikan yang memiliki kekhasan dan keistimewaannya masing-masing. semua itu dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan pmebelajaran ummat.

Di antara buku-buku tersebut tidak sedikit yang menyoroti sisi metodologi pendidikan yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam menentukan keberhasilan di bidang pendidikan tersebut.

Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah salah satu yang ditulis berkenaan dengan aspek tersebut. Buku ini sekalipun bernuansa metode klasik namun mempunyai daya tarik tersendiri justru karena keklasikannya yang memuat petunjuk-petunjuk emas dalam dunia pendidikan yang telah lama ditinggalkan oleh ummatnya.

Selain itu buku ini juga berusah mengembalikan dunia pendidikan dan penuntut ilmu kepada budaya-budaya dan adab-badab mulia yang sangat berpengaruh positif terhadap ilmu baik selama menuntut ilmu ataupun sesusdahnya.

Terbukti dengan metode ini lahirlah ulama-ulama terkemuka dunia di berbagai bidang ilmu keislaman seperti: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Syaikh 'Abdullah bin Baz, Syaikh Nashiruddin al-Albani -rahimahumullah-.

Buku ini selayaknya dibaca oleh ummat Islam, khususnya pera penuntut ilmu, pendidik dan para pemerhati bidang tersebut.

Kami memohon pertolongan kepada Allah semoga buku ini bermanfaaat bagi ummat Islam dan bisa menjadi salah satu rujukan dalam dunia pendidikan mereka sehingga dapat melahirkan anak didik yang bisa meneladani ulama-ulama tersebut dalam keilmuan dan amal demi tegaknya kembali kejayaan Islam.
 
Berat : 0.5 kg

Harga: Rp.40.000

Intisari 'AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Penulis : 'Abdullah bin 'Abdul Hamid al-Atsari
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jumlah Halaman: XVII + 272 Lembar B/W
Intisari \Detail Produk
Buku yang memperoleh kata sambutan dan pujian dari ulama besar ini membahas tentang masalah 'aqidah secara lengkap seperti: definasi 'aqidah,ahlus Sunnah wal Jamaah,salaf,ahlul ahwaa',bid'ah,ittiba',rukun iman,takfir,muwaalaah,mu'aadaah karamah para wali,taat kepada ulil amri,kaidah-kaidah dakwah dan lain-lain. Buku ini disajikan secara sistematis jelas dan ringkas sehingga enak dibaca dan mudah dipahami.

Disamping itu kami juga melengkapinya dengan tkhrij hadits-haditsnya sehingga maklumatnya bisa dipertanggungjawabkan.


 
Berat : 0.5 kg

Harga: Rp.50.000

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Penulis : Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jumlah Halaman: XIX + 332 Lembar B/W

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap MuslimDetail Produk
Sebagaimana diketahui oleh ummat Islam, berdasarkan dalil-dalil syari'at dari al-Qur-an dan as-Sunnah, bahwasanya setiap amal dan ucapan seseorang akan dipandang benar dan dapat diterima jika berdasarkan 'aqidah yang benar. Apabila 'aqidahnya tidak benar, maka setiap amal dan ucapannya akan menjadi batal atau tidak sah.

Mengingat akan pentingnya masalah tersebut, Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta'ala kami dapat menerbitkan sebuah risalah yang berjudul Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Risalah ini kami terjemahkan dari kitab at-Tanbiihaat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimaat al-Ma'rifah'alaa Kulli Muslim wa Muslimah, yang ditulis secara sistematis dan disertai penjelasan yang luas oleh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi.

Dalam risalah ini dijelaskan tiga landasan pokok yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim dan Muslimah, yaitu mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengenal agama-Nya (Islam), dan mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Ketiga hal itulah yang akan ditanyakan kepada setiap hamba ketika ia berada di alam kubur.

Risalah ini juga membahas masalah yang paling agung dan yang menjadi pondasi bagi dienul Islam, yaitu Tauhid. Hal itu karena hanya untuk mentauhidkan Allah, maka Dia menciptakan jin dan manusia, menurunkan Kitab-Kitab-Nya, mengutus para Rasul-Nya, serta menciptakan Surga dan Neraka.
 
Berat : 0.5 kg

Harga: Rp.60.000

Ensiklopedi ADAB ISLAM (2 jilid)

Penulis : Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Jumlah Halaman
Jilid 1 : XVIII + 441 Lembar B/W (Rp.120.000)
Jilid 2 : XVIII + 474 Lembar B/W (Rp.120.000)

Berat:
Jilid 1: 1.9 kg
Jilid 2: 2 kg
Ensiklopedi ADAB ISLAM (2 jilid)Detail Produk
Seluruh syariat Islam, baik yang hukumnya wajib, sunnah, mustahab, maupun mubah baik yang berhubungan secara vertikal, antara hamba dengan Penciptanya, maupun secara horizontal, antar sesama hamba, berfungsi untuk menjaga hubungan baik dengan Pencipta dan dengan sesama mereka secara beradab. Apabila seorang hamba telah memberikan hak-hak dan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Penciptanya dan kepada sesama hamba, berarti dia tergolong hamba yang beradab. Sebaliknya, apabila dia tidak melaksanakan hal-hal tersebut, maka dia digolongkan ke dalam golongan hamba yang tidak beradab. Semua itu telah diatur sedemikian rupa oleh syari'at Islam.

Seorang Muslim yang telah melaksanakan adab-adab tersebut sesuai dengan syari'at Islam berarti ia telah beradab dengan adab islami. Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam adalah teladan bagi setiap Muslim dalam beradab islami. Setiap hari selama 24 jam, beliau selalu menjaga hubungan baik dengan Penciptanya dan dengan sesama hamba. Mulai dari masalah kecil keseharian, seperti tidur, mandi, makan, minum, dan lain-lain, hingga yang besar, seperti mengatur negara, berperang, berdamai, dan lain-lain mulai dari urusan ukhrawi ibadah hingga urusan duniawi. Dengan demikian, tampaklah suatu peradaban yang indah, harmonis, demokratis, tertib, rapi, manusiawi, sekaligus bersifat ilahiyah yang jauh dari kesan kekerasan, kekejaman, diskriminasi, dan kesan-kesan negatif lainnya.

Yang perlu digarisbawahi dalam hal ini ialah bahwa semua itu hanya ada di dalam agama Islam sehingga Islam layak disebut sebagai agama yang berperadaban dan penganutnya adalah manusia-manusia yang berperadaban tinggi (masyarakat madani).Lantas, dari manakah kesan terorisme dan teroris didapatkan? Ataukah stigma seperti itu sengaja dipropagandakan oleh musuh-musuh Islam untuk memojokkannya? Anda tidak perlu berpikir ulang untuk menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah membaca buku Ensiklopedi Adab Islam ini.

Selamat membaca!
 
Berat : 3.9 kg

Harga: Rp.260.000

FITNAH Akhir Zaman

Penulis : Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-'Aqil
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Jumlah Halaman: XVI + 441 Lembar B/W
FITNAH Akhir ZamanDetail Produk
Terorisme. Begitulah bunyi sebuah stigma yang akhir-akhir ini menjadi hantu dunia yang sangat ditakuti. Celakanya, stigma itu dialamatkan kepada umat Islam. Keruan saja, umat Islam yang dijuluki rahmatan lilalamin ini blingsatan dan kebingungan, tak tahu mau menjawab apa? Sebab, realitanya, orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan ekstrim tersebut hampir semuanya beragama Islam.

Stigmatisasi seperti ini semakin memperparah kondisi umat Islam yang sebenarnya sudah kacau balau. Belum lagi mengingat problem umat ini yang bertumpuk-tumpuk. Kemiskinan dan keterbelakangan di berbagai bidang merajalela, kemaksiatan bertebaran di mana-mana, penjajahan oleh musuh yang kafir terjadi di banyak negara. Belum lagi problem internal umat Islam berupa perpecahan umat, pertikaian antar sesama, bahkan saling mengkafirkan, menghina ulama, dan mendemo penguasa, serta problem-problem lain yang dalam buku ini dikategorikan ke dalam fitnah.


Lantas apa solusinya?


Buku yang ada di tangan Anda ini ditulis untuk memberikan solusi yang tepat dalam menyikapi fitnah-fitnah di atas sesuai dengan petunjuk Nabi dan arahan para ulama generasi salaf dalam menyikapi setiap fitnah yang men-cengkeram umat. Dengan mengikuti petunjuk buku ini Anda akan selamat dunia akhirat, Insya Allah.


Selamat menyimak!
 
Berat : 0.7 kg

Harga: Rp.60.000

Manhaj 'Aqidah IMAM ASY-SYAFI'I

Penulis : Dr.Muhammad bin 'Abdul Wahab al-'Aqil
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Jumlah Halaman: XX + 658 Lembar B/W
Manhaj \Detail Produk
Buku ini mengupas tentang manhaj (metode) ber‘aqidah seorang imam besar yang diikuti oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, yaitu Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi‘i rahimahullah. Beliau juga dikenal sebagai pembela sunnah Nabi shallallaahu'alaihi wasallam dan salah satu imam madzhab yang empat.

Buku ini sangat penting untuk dimiliki dan dibaca oleh kaum Muslimin, baik dia seorang khatib dan juru dakwah ataupun para penuntut ilmu dan orang awam, terlebih lagi di negeri kita yang mayoritas adalah pengikut madzhab Syafi‘i.

Hal ini penting agar kita mengetahui bagaimana sebenarnya ‘aqidah dan manhaj beliau dalam beragama.
 
Berat : 1.3 kg

Harga: Rp.120.000

Menyelisik ALAM MALAIKAT

Penulis : Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-'Aqil
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Jumlah Halaman: XIX + 479 Lembar B/W
Menyelisik ALAM MALAIKATDetail Produk
Sadarkah kita bahwa setiap saat, di mana pun kita berada, selalu ada Makhluk yang hadir bersama kita. Makhluk yang satu ini diciptakan dari nur (cahaya) sehingga memiliki karakter yang berbeda dengan makhluk lain, yaitu manusia, jin, hewan, dan tumbuhan. Makhluk ini memiliki kelebihan yang banyak dibanding makhluk lain, dan yang paling istimewa adalah mempercayai keberadaannya merupakan salah satu rukun iman yang tanpanya iman seseorang dianggap cacat. Makhluk itu adalah Malaikat.


Ironisnya, hingga kini, pengetahuan umat Islam tentang Malaikat hanya berkutat pada sepuluh nama Malaikat beserta tugas-tugas mereka. Padahal, pengetahuan tentang mereka secara lebih lengkap akan banyak memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan seorang Mukmin. Dan ternyata, kalau kita telisik banyak sekali informasi tentang mereka di dalam al-Qur-an dan as-Sunnah yang belum kita ketahui.


Buku ini mengupas dan menyelisik lebih jauh informasi tentang Malaikat dari sumber-sumber yang valid dari al-Qur-an dan as-Sunnah; berapakah jumlah mereka sebenarnya, apa saja tugas-tugas mereka, seperti apa sifat, sikap, dan karakter ciptaannya, dan banyak informasi lain serta dampak positif yang dihasilkan dengan banyak mengenal kehidupan mereka?


Penulis buku ini juga menambahkan informasi tentang pe-mahaman sekte-sekte lain dari ahli kalam dalam teologi Islam, juga menurut keyakinan Yahudi, Nashrani, ahli Filsafat, kaum musyrikin Arab, Hindu, Budha, dan kaum paganisme lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengkritisi sekaligus membantah pemahaman mereka yang bertentangan dengan ‘aqidah Islam yang shahih menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.120.000

Syarah ASMAUL HUSNA

Penulis : Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Jumlah Halaman: XVIII + 279 Lembar B/W
Syarah ASMAUL HUSNADetail Produk
Mengetahui Asmaul Husna dengan baik dan memahaminya dengan benar merupakan salah satu metode terbaik dalam mengenal Allah Ta'ala. Bahkan, merupakan metode yang sah dan akurat, dikarenakan Allah sendiri yang memperkenalkan diri-Nya dengannya. Sesungguhnya tidak ada yang lebih mengetahui tentang Allah, kecuali diri-Nya sendiri.

Dengan mengenal asma'-asma'-Nya yang mulia dan indah, dzat-Nya yang ghaib akan semakin jelas dan dekat. Apabila diikuti dengan pengamalan dalam beribadah kepada-Nya sesuai dengan petunjuk Rasul-Nya, hal itu akan menjadi penguat iman yang paling besar. Semakin mendalam pemahaman seseorang tentang Asmaul Husna, semakin kuatlah imannya kepada-Nya. Semakin sering dia mengamalkannya dalam berdo’a dan beribadah, semakin dekatlah dia kepada-Nya.
Bahkan, hal itu dapat mengantarkannya masuk Surga.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki 99 asma', siapa saja yang menghafal dan mengamalkannya, pasti ia masuk Surga.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Untuk lebih mendekatkan ummat Islam kepada Rabbnya melalui asma'-asma'-Nya yang indah dan untuk tujuan-tujuan di atas, kami menerbitkan sebuah risalah tentang Asmaul Husna dan penjelasannya berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah, yang kami beri judul Syarah Asmaul Husna, terjemahan kitab Syarhul Asmaa’ al-Husnaa fii Dhau-il Kitaab was Sunnah.

Kitab yang ditulis oleh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani tersebut membahas seluk beluk Asmaul Husna secara rinci, mulai dari menentukan Asmaul Husna, mengimaninya, memahaminya, menentukan jumlahnya, menguraikan maknanya, cara mengamalkannya, dan sebagainya, hingga ditutup dengan fatwa-fatwa tentangnya.

Kelebihan buku ini terletak pada pembahasannya yang selalu dilandasi dengan al-Qur-an dan as-Sunnah, sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih, khususnya dalam masalah Asmaul Husna sehingga terhindar dari pemahaman yang menyesatkan. Hal ini penting karena tidak sedikit orang yang tersesat jalan dalam memahami masalah yang sama.
 
Berat : 0.5 kg

Harga: Rp.40.000

Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Jumlah Halaman: XXIV + 651 Lembar B/W
Syarah \Detail Produk
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya :
"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(Q.S asy-Syu'araa': 78-79)

'Aqidah yang benar adalah perkara yang amat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap Muslim dan Muslimah. Karena sesungguhnya sempurna dan tidaknya suatu amal, diterima atau tidaknya, bergantung kepada 'aqidah yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diperoleh oleh orang-orang yang berpegang pada 'aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menafikan dan mengurangi kesempurnaan 'aqidah tersebut.

'Aqidah yang benar adalah 'aqidah al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), 'aqidah ath-Thaaifatul Manshuurah (golongan yang dimenangkan Allah), 'aqidah Salaf, 'aqidah Ahlul Hadist, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Buku yang ada ditangan pembaca ini adalah Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Didalamnya dijelaskan tentang 'aqidah dan manhaj yang benar dari kitab para ulama terdahulu dengan dalil-dalil yang shahih dari al-Qur'an dan as-Sunnah, penjelasan para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in, serta para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Penulis berusaha mengambil rujukan yang benar dan ilmiyah dari kitab-kitab rujukan yang telah diakui keotentikanya dalam masalah 'aqidah oleh para ulama Ahlus Sunnah dari zaman dahulu hingga sekarang. Tujuan penulis ini adalah agar 'aqidah dan manhaj ini difahami oleh Ummat Islam dengan benar, diyakini seyakin-yakinnya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hanya kepada Allah kami memohon semoga risalah ini bermanfaat dan menjadikan upaya ini sebagai amal shalih semata-mata mengharap ridha-Nya.
 
Berat : 1.1 kg

Harga: Rp.140.000

60 Mutiara Hikmah AL-FATIHAH

Penulis : Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
60 Mutiara Hikmah AL-FATIHAHDetail Produk
Ukuran: 14,5 X 20,5cm

Surat Al-Faatihah adalah surat yang paling agung di dalam al-Qur-an. Disebut Al-Faatihah karena ia merupakan pintu gerbang untuk memasuki dan mengarungi luasnya samudera al-Qur-an. Surat ini dinamakan juga dengan Ummul Kitab, karena ia memuat garis besar pesan-pesan seluruh al-Qur-an yang terdiri dari 114 surat.

Dalam sehari semalam, kaum Muslimin membaca surat Al-Faatihah minimal tujuh belas kali dalam lima shalat wajib. Artinya, tujuh belas kali minimal mereka diingatkan oleh pesan-pesan Al-Faatihah melalui ayat-ayatnya. Seharusnya, jumlah itu sudah cukup bagi mereka untuk mengerti dan memahami pesan-pesannya.

Sudahkah Anda memahami makna dan pesan-pesan yang dikandungnya?

Buku yang ada di hadapan Anda ini mengupas tuntas mutiara ilmu dan hikmah surat Al-Faatihah. Tidak kurang dari 60 mutiara hikmah diungkap secara panjang lebar dan detail berdasarkan kaidah-kaidah ilmu tafsir, ‘aqidah, dan bahasa. Membaca buku ini membuat kita seakan-akan sedang mengarungi samudera hikmah surat Al-Faatihah yang demikian luas dan dalam.
 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.25.000

Sandiwara Langit

Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman

Penulis : Abu Umar Basyir
Penerbit : Shofa Medika Publika
Sandiwara LangitDetail Produk
Hal : 212

“Penulis buku ‘Sandiwara Langit’ ini berusaha mengungkapkan satu sisi kehidupan sepasang suami-istri dalam bentuk makna lebih yang dapat diambil hikmahnya. Sebab bagi pembaca, buku ini menawarkan nilai-nilai Islamiy yang dapat memperkaya ruhani dan meningkatkan mutu kehidupan, di samping buku ini juga sebagai penghibur yang mampu memberikan pengaruh positif. Terlebih lagi, diungkapkannya beberapa dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah agar dapat lebih memantapkan gejolak iman di dalam dada pembaca.”

“Dengan uraian-uraian yang cerdas, buku ini saja cocok bagi anak muda yang memang sedang mempersiapkan segala sesuatunya melainkan juga banyak memberi inspirasi bagi para pendidik, orang tua dan siapa saja.”

“Bohong, bila saya tidak menangis saat membacanya. Kisah dalam buku ini, begitu memilukan! Kekuatan buku ini adalah pada tutur bahasanya yang sederhana, dan realitas yang dipaparkan secara begitu detil dan mengharukan. Sangat layak dibaca…”

“Membaca buku ini, seperti belajar dari sebuah realitas keluguan, untuk menjadi mukmin yang teguh dalam pendirian. Ini bukan sekedar kisah nyata, tapi buku pelajaran agama dengan metoda pemaparan kisah yang amat memikat.”

“Luar biasa! Saya tahu, bahwa di dalam kehidupan ini banyak sekali kisah nyata yang bila dipaparkan, akan mampu merajut begitu banyak hikmah. Namun kisah dalam buku ini –menurut saya– begitu sederhana, bahkan biasa saja. Namun ‘penulis’ begitu jeli memanfaatkan momentum-momentum penting, dan kejadian-kejadian menggelitik sekaligus menggugah di dalamnya, sehingga hasil dari pemaparannya tidak lagi biasa, tapi LUAR BIASA!”

DAFTAR ISI:

Pengantar Penerbit – v
Mukadimah – ix
Daftar Isi – xiii
Komentar Pendahuluan – xv
Komentar Pembaca – xviii

Pria Muda yang Ingin Menikah – 1
Kesepakatan, atau Perjudian? – 9
Pemuda Shalih, Bernama Rizqaan – 15
Pemudi Shalihah, Bernama Halimah – 21
Dayung Biduk Rumah Tangga, Terkayuh – 25
Hari-hari yang Penuh Kesulitan – 33
Memulai Masa Pendakian – 41
Rambu-rambu Setan – 49
Saat ‘Dunia’ Mulai Menyapa – 59
Membuka Jendela Dunia – 69
Dua Orang Saudara Halimah – 79
Perdebatan dengan ‘Bang’ Asyraf – 87
Kerikil-kerikil Tajam – 97
Gemuruh Prahara – 107
Badai Susulan yang Mengguncangkan – 123
Perjumpaan Saya dengan Rizqaan – 141
Lembaran Baru, Kehidupan Rizqaan – 149
Lembaran Baru, Kehidupan Halimah – 157
Catatan-catatan Kelam – 165
Rintihan Nabhaan – 173
Menanti Pilihan Allah – 179
Ungkapan Penyejuk Hati – 187
Ending yang Mengharukan – 193
Penutup – 207




 
Berat : 400 gram

Harga: Rp.34.000

Pages: 1 2 3 4 5