====== Selamat Datang di Rumah Muslim ======


The Shop

LoadingUpdating...
Nasehat

 

Debat Islam VS Non Islam

Argumen Cerdas Zakir Naik yang Membuat Orang TERCENGANG bahkan masuk Islam.


Penulis: DR.Zakir Naik
Penerbit: AQWAM


Dengan ilmu dan iman yang menghunjam di dada, Dr.Zakir Naik berani menantang:

"Jika kristiani manapun dapat menunjukkan satu saja pernyataan tegas yang tidak ambigu dari Bibel versi manapun di mana Yesus sendiri berkata, 'Akulah Tuhan' atau Yesus sendiri berkata, 'Sembahlah Aku', maka saya siap masuk Kristen."



Dr.Zakir Naik.
Nama yang demikian "ditakuti" sehingga ia dicekal tak boleh masuk ke Amerika dan Eropa. Murid dari Ahmad Deedat ini lebih ditakuti daripada gurunya. Selain hafal Al-Qur'an dan Shahih Bukhari Muslim, ia juga menguasai kitab agama non-islam, seperti: Bibel, Weda, Tripitaka, Bhagavad Gita dan lain-lain. Begitu menguasainya kitab-kitab itu, Zakir Naik pun sering mengoreksi jika ada pastor atau pendeta yang salah kutip. Selama kiprahnya dalam berdakwah, beliau juga telah mengislamkan puluhan hingga ratusan ribu orang di dunia. Zakir naik juga telah melayangkan tantangan debat terbuka kepada Paus Yohanes Paulus II di Vatikan-Roma. Namun hingga sekarang, tantangan itu belum dijawab.


Buku ini merupakan kumpulan tanya jawab seputar keimanan, wanita, makanan dan minuman, terorisme dan jihad, kaum muslim dan non-muslim, Al-Qur'an, serta ilmu pengetahuan yang dilontarkan kalangan non-muslim dan dijawab secara meyakinkan oleh Dr.Zakir Naik.





 
Berat : 400 gram

Harga: Rp.75.000

101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

Penulis : Zainal Abidin bin Syamsuddin
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol


Manusia akan senantiasa di atas kebaikan selagi masih berpikir untuk kebaikan dan berusaha menjadi orang baik. Tidak terpuji manusia yang bisa menghadiahkan kebaikan kepada orang lain, sementara melupakan orang terdekat yang paling berhak menerima hadiah tersebut. Dia laksana pohon labu yang tumbuh di tanah, namun berbuah di pohon lain. Demi Allah, itu merupakan aib besar, sebagaimana ungkapan bijak.

“Laksana burung meninggalkan telur di padang pasir, namun mengerami telur burung lain.”

Banyak orang tua sukses menjadi bisnisman, konsultan, motivator, politikus dan birokrat berkelas internasional, hanya bisa meratap, mengeluh dan tidak bisa berbuat apa-apa tatkala anak-anaknya tidak bisa dikendalikan karena tercebur kedalam pergaulan bebas, narkoba, atau kejahatan lainnya. Kenapa semuanya bisa terjadi!! Carilah solusinya di buku kecil ini!




 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.23.000

Neraka Shaqor Menanti Koruptor

Penulis: Zainal Abidin bin Syamsyudin
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol


Banyak pecinta dunia gelap mata, akhirnya menghalalkan segala cara untuk meraup kenikmatan dunia, tak peduli menabrak norma agama, serakah dan dzalim menjadi watak utama, sehingga keberkahan dan kehalalan harta tidak pernah ada. Bahkan harta mendatangkan malapetaka dan menghalangi pelakunya masuk surga.

Sebenarnya harta tak dibenci selagi dunia berada di tangan dan akhirat mengakar kuat di hati. Bahkan harta bisa menjadi sarana masuk surga asalkan dicari dengan cara halal, ditunaikan hak-haknya, tidak bersikap sombong, rakus dan pelit, dan digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dunia kerja adalah ladang ibadah untuk memanen berbagai nikmat dan pahala. Namun kadangkala, tempat kerja justru menjadi lembah bencana tempat berkubangnya berbagai maksiat dan dosa. Saat kita bekerja di tempat kerja yang lingkungannya banyak melakukan kemungkaran, maka bagi pekerja yang istiqamah hal itu menjadikan beban yang sangat berat, bahkan serasa hidup dalam kubur yang penuh siksa.

Ada banyak kemungkaran yang sering terjadi di dunia kerja, dari tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, pungli, suap menyuap, mark up dan segala bentuknya. Dan hal itu adalah kenyataan yang sering kita jumpai.

Lalu bagaimanakah kiat melepaskan diri dari berbagai jerat maksiat dan subhat yang terjadi di tempat kerja? Apa saja bahaya dan ancaman Allah bagi para pimpinan dan karyawan yang mengkhianati amanah? Dan bagaimanakah cara bertobat yang benar? Temukan jawabannya dalam buku kecil yang insya Allah memberi faidah yang besar ini.

Dan semoga kita dapat istiqamah dalam meniti jalan rezeki yang lempang dan lapang, menuju ladang maisyah yang halal dan penuh berkah.




 
Berat : 250 gram

Harga: Rp.32.000

One Heart – Rumah Tangga Satu Hati

Penulis: Zainal Abidin bin Syamsuddin
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol


Rumah Tangga Bahagia adalah sebuah angan-angan, impian, dan harapan semua insan. Angan-angan kadang menjadi impian, menjadi harapan, Impian dan harapan bias menjadi kenyataan namun tidak jarang impian dan harapan hanya menjadi angan-angan yang melelahkan. Seluruh tenaga dikerahakan, seluruh teori dipelajari dan seluruh persyaratan dipenuhi untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia, ada yang berhasil akan tetapi tidak sedikit yang mampu menghadapi badai rumah tangga yang dating silih berganti, bahkan tidak jarang badai yang menghantam berhasil meluluhlantahkan mahligai rumah tangga yang telah dibangunnya, merusak tatanan hidup yang telah dibinanya, memporakporandakan ikatan cinta yang telah dijalinnya dan menggoncangkan jiwa yang sedang memadu kasih.

Kebahagiaan hidup bukan karena banyaknya harta dan tersedianya fasilitas mewah, gaya hidup gelamor pun tidak bisa dijadikan ukuran, banyak diantara mereka yang terpenuhi segala fasilitas hidup dengan kemewahan, kantong tidak pernah kering dari duit dan jaminan materi tidak diragukan, tetapi batin mereka banyak yang tersiksa, ketenangan hidup terusik dan jiwa mereka terancam, maka benar nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Sesungguhnya setiap umat ada fitnah (yang merusaknya) dan fitnah umatku dari harta.”


Oleh sebab itu, banyak diantara mereka yang lari dari kenyataan menghadapi problema hidup dengan menenggak minuman keras, menelan obat terlarang dan menghabiskan waktunya di café-café, alas an mereka untuk mencari ketenangan hidup. Apakah dengan cara seperti itu ketenangan hidup dan kebahagiaan akan tercapai? Tidak. Justru kegelisahan hidup yang akan mereka peroleh, karena ketenangan jiwa dan kebahagiaan hidup hanya bisa diperoleh bila hati dipenuhi dengan hidayah dan ketaatan kepada pemilik jiwa yaitu Allah SWT, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Rabb kalian berkata, ‘Wahai anak Adam! Beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan.”


Seluruh manusia dari berbagai macam profesi, asal usul dan latar belakang semuanya berharap hidupnya jauh dari kegelisahan dan kemalangan. Tidak ada jalan paling baik untuk melenyapkan kegelisahan dan mendatangkan kebahagiaan kecuali dengan mengkonsentrasikan diri kepada Allah dan beribadah sesuai dengan syariat, menghadapi masalah dengan lapang dada, menyelesaikan problem hidup dengan tenang hati dan bersikap qonaah terhadap nasib rizki yang telah ditetapkan Allah SWT atas hamba-Nya. Itulah maksud hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Bukanlah kaya karena banyaknya harta, tetapi kaya adalah kaya hati.”


Umar bin Khathab n berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya sebagian sifat rakus merupakan bagian dari kemiskinan, tidak berharap dari manusia merupakan suatu kecukupan. Dan sungguh kalian mengumpulkan harta yang tidak kalian makan, kalian berangan-angan dengan sesuatu yang tidak mungkin kalian gapai. Ketahuilah, bahwa sebagian dari kkikir adalah cabang dari kemunafikan, maka berinfaklah, karena demikian itu lebih baik buat dirimu.”


Bila para suami maupun istri membekali dirinya dengan sikap di atas dalam mengarungi bahtera rumah tangganya, sebesar apapun tantangan dan masalah yang dihadapi dan seberat apapun ujian dan cobaan yang dialami maka kebahagiaan hidup dan ketenangan hidup dan batin tetap menyapanya.




 
Berat : 300 gram

Harga: Rp.32.000

Mudahnya Membiasakan ANAK RAJIN SOLAT

92 Praktek Nyata & Teruji

Penulis: Hanna Binti 'Abdul Aziz Ash-Shunai
Penerbit: As-Salam

'Yaa Bunayya Aqimish Shalah'

Luqmanul hakim sering dijadikan 'tamsil', potret keteladanan ibu bapak dalam mendidik anaknya Meski bukan nabi, nama Luqman turut diabadikan Al-Qur'an berkat kesholihannya. Pesan-pesannya kepada anaknya, juga diabadikan dalam wahyu itu.
Antaranya adalah perihal solat. Solat dan kesholihan bagaikan kuali dengan garam.

Kecintaan anak kepada solat, tidak datang serta merta. Ibu bapak harus kreatif mencari cara-cara yang sesuai agar si anak bisa membiasakan diri untuk solat. Tidak semestinya kita menyuruh si anak dengan cara yang itu-itu saja. Teknik lain yang selama ini belum dimanfaatkan, boleh jadi cara paling mujarab untuk mengatasi kesulitan agar si anak mencintai solat.

Buku ini akan menuntun Anda, agar lebih pintar dalam mengajak anak Anda untuk solat.




 
Berat : 300 gram

Harga: Rp.38.000

60 Wasiat Rasul untuk Orangtua dalam Mendidik Anak

Penulis: ‘Isham Yusuf
Penerbit: Salamandani

==National BESTSELLER==


-Membangun Keluarga Islami
-Kelahiran Anak
-Fase Menyusui
-Mengajarkan Etika Sosial
-Pendidikan Akhlak
-Wasiat Luqman
-Pendidikan Seksual
-Bonus Kumpulan Doa untuk Anak

Anak adalah anugrah terindah dari Allah Swt bagi pasangan suami-istri, ia bisa menjadi lading pahala tetapi dapat pula menjadi sumber dosa bagi kedua orangtuanya. Orangtua memiliki tanggung jawab besar dalam mengarahkan anaknya seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi Saw, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah suci bersih. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani atau majusi”.

Allah menekankan pentingnya pendidikan untuk anak dengan mengabadikan kisah Lukmanul Hakim bersama anaknya di dalam Al-Qur’an. Begitupun Rasulullah, beliau sudah jauh hari mewasiatkan dan mengajarkan kepada kita bagaimana cara mendidik anak agar menjadi saleh. Wasiat-wasiat Rasulullah tersebut termuat dalam buku ini, yang antara lain mencakup etika social, akhlak. Dan seks untuk anak, serta wasiat Rasul tentang membina keluarga Islam.

Apabila kita lalai dalam mendidik anak niscaya akan dimintai pertanggungjawaban yang sungguh besar di akhirat kelak. Untuk itu, sebagai upaya memaksimalkan pendidikan untuk anak, buku ini perlu Anda pelajari dan amalkan.

60 Wasiat Rasul untuk Orangtua dalam Mendidik AnakDetail Produk
Spec:
Ukuran: 15,8 cm x 15,5cm
Isi: 225 halaman




 
Berat : 250 gram

Harga: Rp.45.000

Paket Buku "Peperangan di Zaman Rasulullah"

Penulis: Nizar Sa'ad Jabal Lc. Mpd dan Aiman Umar Abdul Aziz
Penerbit: Perisai Qur'an

SoftCover
Ukuran 24x20 cm
Jilid lengkap 8 buku

Judul-judul dalam box:
1. Perang Badar
2. Perang Uhud
3. Perang Khandaq
4. Perang Khaibar
5. Perang Mu'tah
6. Pembebasan kota Makkah
7. Perang Hunain
8. Perang Tabuk




 
Berat : 2 kg

Harga: Rp.215.000

Paket Buku "RUKUN IMAN"

Penulis: Nizar Sa'ad Jabal Lc. Mpd
Penerbit: Perisai Qur'an Kids

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah suri teladan yang baik untuk seluruh umatnya. Rasulullah bukan hanya menyampaikan wahyu tetapi juga mendidik para sahabatnya, baik yang dewasa maupun anak-anak.

Rasulullah menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang dikenal dengan istilah rukun iman kepada semua sahabatnya. Rukun iman itu ibarat akar yang harus tertanam kuat di dalam bangunan Islam. Semakin kuat akar itu, akan semakin kuat pula keIslaman seseorang. Semakin besar pemahaman kita terhadap rukun iman, semakin kuat pula keIslaman kita.

Buku "Serial Rukun Iman" disajikan dengan contoh-contoh dari kisah kehidupan sehari-hari.

Paket lengkap (6 buku): Rp.150.000,-

Isi Paket:

1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab Allah
4. Iman Kepada Rasul
5. Iman Kepada Hari Akhir
6. Iman Kepada Takdir

Paket Buku \"RUKUN IMAN\" Detail Produk
Spec:
Ukuran buku: 24 cm x 20 cm
Full Colour




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.160.000

Paket Buku "AKU CINTA ISLAM"

Penulis:
Nizar Sa'ad Jabal Lc. Mpd
Nurdin Apud Sarbini Lc.
Aiman Umar Abdul Aziz

Penerbit: Perisai Qur'an Kids

Paket lengkap 4 buku: Rp.300.000

Isi Paket:

1. Aku Cinta Islam: Tauhid 1

2. Aku Cinta Islam: Tauhid2

3. Aku Cinta Islam: Akhlak Mulia

4. Aku Cinta Islam: Akhlak Tercela


Paket Buku \"AKU CINTA ISLAM\"Detail Produk
Spec:
Ukuran buku: 24cm x 20cm
Full Colour




 
Berat : 2 kg

Harga: Rp.300.000

Paket Buku "ULAMA AHLUSSUNNAH"

Penulis: Nurdin Apud Sarbini Lc.
Penerbit: Perisai Qur'an Kids

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Para ulama itu pewaris para nabi." Merekalah yang melanjutkan perjuangan para nabi dalam menyebarkan ilmu dan wahyu yang telah Allah turunkan, menyelamatkan seluruh umat manusia dari lembah kesesatan menuju cahaya dan rahmat Allah.

Paket Lengkap10 buku: Rp.245.000

Isi Paket:

1. Imam Abu Hanifah

2. Imam Malik

3. Imam asy-Syafi'i

4. Imam Ahmad

5. Imam Bukhari

6. Imam Muslim

7. Imam Tirmidzi

8. Imam Abu Dawud

9. Imam Ibnu Majah

10. Imam an-Nasa'i


Paket Buku \"ULAMA AHLUSSUNNAH\" Detail Produk
Spec:
Ukuran buku: 24cm x 20cm
Full Colour




 
Berat : 1800 gram

Harga: Rp.245.000

Syarah Riyadhus Shalihin Set (6 Jilid)

Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Penerbit: Darus Sunnah

6 Jilid
Ukuran : 24 × 16 cm
Syarah Riyadhus Shalihin Set (6 Jilid)Detail Produk
Alhamdulillah, telah hadir di hadapan pembaca Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kitab ini merupakan syarah (penjelas) dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi. Kitab hadits yang sangat masyhur di kalangan umat Islam. Berisi sejuta faedah sebagai bekal bagi seorang muslim untuk menuju kampung akhirat. Cakupan pembahasannya meliputi etika (adab) dan akhlak, baik akhlak terhadap sang Pencipta, diri sendiri, maupun terhadap orang lain. Juga tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan tazkiyatun nafs [Penyucian jiwa], pengobatan hati, dan amalan-amalan lain yang merupakan perilaku dan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang arif.

Banyak sekali ulama yang telah mensyarah kitab Riyadhus Shalihin, dan buku ini merupakan salah satu di antarannya. Buku ini mempunyai banyak kelebihan dari sekian banyak Syarah Riyadhus Shalihin yang sudah ada. Yakni, syarah yang cukup luas di dalam pembahasannya dan tuntas, begitu pula dilengkapi dengan takhrij hadits yang mengacu pada kitab-kitab takhrij hadits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang dapat menambah kekuatan hujjah dari masing-masing hadits tersebut. Di samping itu, ulasan pembahasannya sangat lengkap serta disajikan dengan sistematika dan bahasa yang sederhana, sehingga sangat mudah untuk di pahami pembaca.




 
Berat : 7200 gram

Harga: Rp.720.000

Ensiklopedi Islam Al-Kamil

Penulis : Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri

Penerbit: Darus Sunnah


Ukuran : 24,5 × 16 cm
Tebal : 1302 hlm
Ensiklopedi Islam Al-Kamil Detail Produk
Memahami Islam secara umum, global dan singkat, bukanlah hal sulit di era sekarang, semuanya tergantung kepada keuletan dan kesungguhan masing-masing individu, serta kepandaian meraka dalam memilih referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Fasilitas dan sarana penunjang untuk memperdalam dan mengkaji Islam sangatlah mudah dan banyak didapat. Baik melalui studi pustaka, CD penunjang, internet, maupun dengan terbitnya buku-buku keislaman, terlebih maraknya berbagai macam Ensiklopedi Islam dengan kekhasannya masing-masing yang diterbitkan oleh beberapa penerbit di tanah air ini.

Kami pun turut hadir dalam menerbitkan Ensiklopedi Islam yang kami beri nama Al-Kamil. Sebuah nama yang sangat sederhana, namun sarat dan makna. Al-Kamil menunjukan makna bahwa kandungan isi Ensiklopedi ini, menggambarkan islamologi secara utuh dan lengkap.

Ensiklopedi Islam Al-Kamil ini berisi pengetahuan dinul Islam secara tematik. Dimulai dari bab Tauhid (keimanan), Akhlak, Adab, Do`a, Ibadah (thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, nikah dan lain-lain), Muamalah, Faraidh, Qishas, Hudud, dan lain-lain. Sehingga, siapa saja baik ia seorang da’I atau pun tidak, akan mudah baginya dalam mencari suatu permasalahan yang ingin ia ketahuinya.

Ensiklopedi yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya:

1. Setiap tema utama selalu disertakan dalil ayat Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan sub tema setidaknya disertai dalil hadits.

2. Semua hadits yang dijadikan dalil pada Ensiklopedi ini adalah hadits shahih atau hadits hasan.

3. Dalil-dalil hadits pada tema utama atau sub tema didahulukan hadits-hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim atau salah satu dari keduanya. Bila tidak ada riwayat dari keduanya, maka disertakan hadits dari As-Sunan Al-Arba’ (At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’I, Ibnu Majah), Imam Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Ath-Thabrani.

4. Takhrij hadits mengacu pada kitab-kitab Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, seperti As-Silsilah As-Shahihah, Irwa Al-Ghalil dan Shahih Al-Jami’.

5. Tema dan sub tema diberi nomor atau tanda huruf.

Semoga hadirnya Ensiklopedi ini, dapat menambah daftar referensi dan hasanah pustaka keislaman kita. Terlebih bagi para pecinta ilmu pada khususnya, dan umat Islam pada umumnya.




 
Berat : 1800 gram

Harga: Rp.195.000

Kultum Setahun Set

Penulis : Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim

Penerbit: Darus Sunnah
Kultum Setahun SetDetail Produk
Buku ini merangkum materi kultum selama setahun yang disajikan dalam bentuk ceramah, nasihat dan fatwa. Materi kajiannya berisi tema-tema keislaman yang meliputi akidah, ibadah, muamalah dan problematika kekinian.

Buku yang sangat tepat dan layak untuk dimiliki setiap muslim, terlebih para da’I, khatib, imam masjid, pendidik, serta aktivis dakwah lainnya sebagai panduan dan bekal dalam dakwah mereka.

Buku ini merupakan gabungan dari dua karya penulis, yaitu Durus Al-‘Am dan Arba’un Darsan Liman Adraka Ramadhan. Hal ini dimaksudkan untuk melengkapi kajian dan materi kultum setahun. Buku ini kami hadirkan dalam edisi lengkap dengan dua jilid yang mana pada Jilid Pertama ini berisi materi kultum selama tujuh bulan, yakni bulan Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir dan Rajab. Jilid Kedua berisi materi kultum lima bulan, yakni bulan Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul Qa’dah dan Dzul Hijjah.





 
Berat : 3300 gram

Harga: Rp.340.000

ISIS Khilafah Islamiyah atau Khawarij

Penulis : Syaikh Ali Hasan al Halabi ?
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Akhir-akhir ini, masyarakat dunia digemparkan oleh fenomena munculnya kelompok bersenjata di ?Timur Tengah? yang menamakan diri ??ISIS? (Islamic State of Iraq and Syam) atau DA’ISY (Daulah Islamiyyah Iraq? dan Syam? ).
Pasalnya, kelompok bersenjata yang memproklamirkan diri sebagai lembaga Khilafah Islamiyyah ini dikabarkan banyak melakukan tindakan sadis, keji, intoleransi, bahkan tindakan amoral terhadap para lawan politiknya. Keruan saja, fenomena ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan para ulama serta kebingungan di kalangan orang awam.

Buku ini hadir pada saat yang tepat untuk memberikan penjelasan yang benar terhadap problematika tersebut sesuai petunjuk sunnah dan syariat.

Dalam buku ini penulisnya mengkritisi penyimpangan-penyimpangan ISIS yang melanggar kaidah agama, terutama dalam cara menegakkan Khilafah Islamiyyah.
?Menurut penulis, ISIS tidak sah mengklaim sebagai penegak Khilafah Islamiyyah karena tidak memenuhi syarat. Mereka lebih pantas disebut Khawarij karena banyaknya pelanggaran syariat yang mereka lakukan.

Siapakah Khawarij itu?

Apa saja ciri-cirinya?

Apa saja pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan?

Bagaimana cara menegakkan Khilafah Islamiyyah sesuai sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan kaidah yang benar??

ISIS Khilafah Islamiyah atau KhawarijDetail Produk
Spec:
Soft Cover
Ukuran 15 x 23 cm
Isi: 200 hal
 
Berat : 180 gram

Harga: Rp.40.000

MIMPI BERTEMU NABI

Penulis: Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA
Penerbi:t Rumah Ilmu

Jumlah Halaman : 92 Halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Jenis Kertas (Isi) : Book Paper
Ukuran Buku : 13 x 20 cm
MIMPI BERTEMU NABIDetail Produk
Banyak di antara umat manusia, tidak terkecuali sebagian dari umat Islam yang tidak mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihio wa Sallam, walaupun sebagian ada yang mengklaim bahwa dirinya pernah bermimpi berjumpa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, padahal yang datang kepadanya adalah syaitan yang mengaku-ngaku sebagai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, karena pada dasarnya dia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya rupa dan perawakan Nabi Shallallahu ‘alaihio wa Sallam. di samping pengetahuan yang minim tentang akhlak dan sifat beliau.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?”

Melalui ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala menyeru umat manusia untuk mengenali Rasul (utusanNya), yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihio wa Sallam. Buku Mimpi Bertemu Nabi ini mengajarkan untuk lebih dekat dan lebih mengenal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Sangat penting bagi kita untuk memiliki buku Mimpi bertemu Nabi ini




 
Berat : 400 gram

Harga: Rp.17.000

BIOGRAFI 60 ULAMA AHLUSSUNNAH

Penulis : Syaikh Ahmad Farid
Penerbit: Darul Haq

Deskripsi :1004 hal.(HC)

BIOGRAFI 60 ULAMA AHLUSSUNNAHDetail Produk
Membaca biografi ulama-ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah di antara sumber inspirasi paling penting untuk menjadi pribadi lebih baik, kuat, unggul, mengobarkan semangat, menumbuhkan harapan dan terus berkarya. Dan buku kita ini, memaparkan secara rinci dan apik biografi 60 orang dari mereka yang paling fenomenal dan paling otoritatif dalam Sejarah Islam.

Mereka ialah sebagai berikut :
1. Masruq bin al-Ajda'
2. Sa'id bin al-Musayyab.
3. Urwah bin az-Zubair.
4. Sa'id bin Jubair.
5. Umar bin Abdul Aziz.
6. Amir bin Syarahil asy-Sya'bi.
7. Thawus bin Kaisan
8. Al-Hasan al-Bashri.
9. Muhammad bin Sirin.
10. Ibnu Syihab az-Zuhri.
11. Ayyub as-Sakhtiyani.
12. Sulaiman bin Mihran al-A'masy.
13. Abu Hanifah.
14. Abdurrahman bin Amr al-Auza'i
15. Syu'bah bin al-Hajjaj.
16. Sufyan ats-Tsauri.
17. Hammad bin Salamah.
18. Al-Laits bin Sa'ad.
19. Hammad bin Zaid.
20. Malik bin Anas.
21. Abdullah bin al-Mubarak.
22. Al-Fudhail bin Iyadh.
23. Waki' bin al-Jarrah.
24. Sufyan bin Uyainah.
25. Abdurrahman bin Mahdi.
26. Yahya bin Sa'id al-Qaththan
27. Asy-Syafi'i.
28. Yazid bin Harun al-Wasithi
29. Al-Qasim bin Sallam
30. Yahya bin Ma'in.
31. Ali bin al-Madini.
32. Ishaq bin Rahawaih.
33. Ahmad bin Hanbal.
34. Al-Bukhari.
35. Muslim.
36. Abu Dawud.
37. Abu Hatim ar-Razi.
38. At-Tirmidzi.
39. Ibrahim bin Ishaq.
40. An-Nasa`i.
41. Ibnu Nashr al-Marwazi
42. Ath-Thabari.
43. Ibnu Khuzaimah
44. Ath-Thabrani.
45. Ad-Daruquthni.
46. Ibnu Mandah
47. Al-Hakim.
48. Ibnu Hazm
49. Al-Baihaqi.
50. Ibnu Abdil Barr.
51. Al-Khathib al-Baghdadi.
52. Ibnu Asakir.
53. Ibnul Jauzi.
54. Abdul Ghani al-Maqdisi.
55. Al-Izz bin Abdus Salam.
56. An-Nawawi.
57. Ibnu Taimiyah.
58. Adz-Dzahabi.
59. Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
60. Ibnu Hajar al-Asqalani.

Mereka semua adalah teladan dalam Iman dan Islam serta figur sejati dalam ilmu dan ibadah. Mereka telah menorehkan nama besar mereka dalam sejarah dengan tinta emas; dan kita tinggal mengambil hal-hal baik dari catatan hidup dan pengabdian mereka. Buku ini layak dibaca semua kalangan; terlebih mereka yang mencari figur-figur sejati.





 
Berat : 1.5 kg

Harga: Rp.145.000

AKHIRNYA MEREKA BERTAUBAT

Kisah-kisah Nyata Berbagai Peristiwa Yang Menyadarkan Dari Kelalaian

Penulis : Abdul Malik bin Muhammad Al-Qasim
Penerbit: Darul Haq

Deskripsi : xii + 216 hal. (S)

AKHIRNYA MEREKA BERTAUBATDetail Produk
Jalan hidup seseorang bisa dengan mudah dipengaruhi oleh peristiwa yang dialami orang lain. Betapa banyak ayat al-Qur`an yang menganjurkan kita untuk mengambil pelajaran dari kisah-kisah kehidupan.

Tidakkah kalian berfikir?
Tidakkah kalian melihat?
Tidakkah kalian mengetahui?

Banyak lagi pertanyaan sejenis diulang-ulang dalam al-Qur`an. Intinya, agar manusia bisa belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain. Sebagai Muslim, kita adalah orang yang paling berhak menuai pelajaran dari berbagai kisah di alam nyata ini. Sepak terjang orang-orang durhaka sepanjang zaman, baik yang tertulis dalam catatan sejarah, terulas dalam kitabullah, atau kita lihat dan saksikan sendiri dalam arena kehidupan, adalah peringatan bagi kita semua.

Bak mutiara, buku di hadapan Anda ini memancarkan kilauan nasihat dan petuah bagi setiap jiwa yang ingin memperbaiki diri. Tidak syak lagi, buku ini akan ikut memperkaya khazanah perpustakaan Islam, selain sebagai pengganti dari berbagai buku kumpulan kisah yang belum bisa dipertanggungjawabkan mutu dan keotentikannya.

Selamat menikmati!




 
Berat : 400 gram

Harga: Rp.30.000

Talbis Iblis

Pengarang: Ibnul Jauzi
Penerbit: DARUS SUNNAH PRESS
Talbis IblisDetail Produk
Iblis menyatakan permusuhan kepada manusia secara terang – terangan dan akan terus mengganggu Adam beserta anak keturunannya hingga datangnya hari Kiamat. Permusuhan ini berawal sejak iblis diperintah oleh Alllah Ta’ala untuk bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan, bukan sujud sebagai bentuk ibadah. Iblis menolak dengan penuh kesombongan karena merasa lebih baik dan lebih utama dari Adam. Atas pengingkarannya ini, maka Allah melaknat dan mengusirnya dari surga, bahkan Allah mengusirnya dari kedudukannya yang tinggi bersama malaikat. Sejak hari itu, kemenangan silih berganti; kadang di pihak setan dan para pengikutnya, dan kadang berpihak kepada para kekasih Allah dan hamb – Nya.

Para ulama tergugah untuk menuliskan sejarah pertempuran berkepanjangan ini. Mereka mengarang kitab – kitab demi mengingatkan kaum muslimin agar tidak terperosok kedalam lubang –lubang jebakan Iblis, di antaranya adalah buku yang ada di hadapan pembaca ini, Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi (w. 550 H)

Kitab Talbis Iblis ini diringkas, sekaligus dita’liq dan ditakhrij oleh Abu Al – Harist Ali Hasan Ali Abdul Hamid Al – Halabi Al – Atsari dengan judul Al – Muntaqa An – Nafis min Talbis Iblis Lil Iman Ibn Al – Jauzi. Dalam buku talbis iblis ini, penulis membuang sanad hadist secara keseluruhan, membuang hadist yang tidak shahih dan terulang dalam satu tema, mentakhrij hadist- hadist shahih secara ringkas, membuang kisah dan cerita yang tidak banyak berfaidah, serta member catatan dan penjelasan yang dianggap perlu.

Banyak pelajaran penting yang bias kita dapatkan dari buku talbis iblis ini. Inilah yang hendak disampaikan penulis, agar setiap muslim mawas diri dari perangkap setan dengan berbagai macam tipu dayanya.




 
Berat : 1.3 kg

Harga: Rp.132.000

Kisah Para Nabi

Penulis : Imam Ibnu Katsir
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar


Buku yang mengupas tentang kisah para nabi memang tak terhitung jumlahnya. Namun, tak sedikit dari buku-buku tersebut yang memasukkan unsure-unsur cerita yang bersumber dari mitos, riwayat israiliyat, dan hadist-hadist lemah dan palsu (maudhu). Sehingga fakta – fakta dari kisah-kisah tersebut tak bias dipertanggungjawabkan.

Buku”Kisah Para nabi” yang ada di hadapan Anda adalah hasil karya seorang ulama besar,Ibnu Katsir Rahimahullah, ulama yang dikenal memiliki dedikasi yang tinggi dalam menjaga kemurnian riwayat dan sumber-sumber rujukan yang shahih dalam menuliskan karyanya. Berbeda dengan buku-buku sejarah para nabi lainnya. Ibnu katsir dengan sangat gamblang mengupas dan menjelaskan kelemahan – kelemahan riwayat yang menceritakan kisah para nabi ,Bahkan mengupas tentang distorsi sejarah yang telah dilakukan oleh ahli kitab, kemudian memberikan rujukan yang shahih mengenai kisah sesungguhnya.

Semua kisah yang ada dalam buku ini ditulis dengan tinta yang cermat, telaah yang mendalam, dan kehati-hatian dalam mengambil sumber rujukan. Karena itu, Anda akan menemukan dalam buku ini penjelasan dari Ibnu Katsir mengenai kelemahan suatu riwayat yang menceritakan tentang para nabi, dan menjelaskan mana riwayat yang sesungguhnya shahih dan bisa dipertanggungjawabkan sebagai pegangan.


Kisah Para NabiDetail Produk
Isi :1050 hlm
Ukuran :16 X 24.5 cm




 
Berat : 1.6 kg

Harga: Rp.198.000

Kumpulan Khutbah As-Sudais Imam Masjidil Haram

Penyusun: Dr. ‘Abdurrahman as-Sudais
Penerbit: Griya Ilmu

Spec:
Ukuran: 15.5 x 24 cm
Tebal: 788 hal.
Jenis: Hard Cover
Kumpulan Khutbah As-Sudais Imam Masjidil HaramDetail Produk
Di antara keistimewaan Islam, ia memiliki syi’ar (tanda-tanda peribadahan) dan masy’ar (tempat-tempat peribadahan), juga kebaikan dan berbagai keutamaan lainnya, seperti keistimewaan ‘Hari Jumat’ dengan syi’ar yang agung, yaitu ‘khutbah’.

Tak dapat dipungkiri bahwa khutbah dalam syari’at Islam memiliki kedudukan yang tinggi lagi agung. Allah Ta’ala berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?’” (QS.Fushshilat: 33)

Penyusun kitab ini, Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais, Imam Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, menyimpulkan, yang dimaksud khutbah adalah “Rangkuman dan pilihan kata-kata yang mengandung keteraturan susunan, keindahan untaian kalimat, memiliki kekuatan untuk mempengaruhi manusia dalam rangka menyeru dan mengajak mereka kepada kebaikan, serta mencegah kemunkaran, sesuai dengan tujuan dan hukum-hukum Islam demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.”

Inilah kitab berisi kumpulan khutbah beliau yang disusun berdasarkan tema, yaitu Al-Quranul Karim, Ilmu dan Ulama, Aqidah, Sunnah dan Sirah, Ibadah, Mu’amalah, Akhlak, Problematika Sosial, Tragedi Kaum Muslimin dan Problematikanya, Khutbah Hari Raya, Khutbah Istisqa, dan Tema-Tema Beragam. Semoga bermanfaat.






 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.125.000

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Penulis: Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA
Penerbit: Rumah Ilmu

Ukuran :16 x 15.8 cm
Isi : 304 halaman
Cover : Art Carton

Andai  Aku Tidak Menikah DengannyaDetail Produk
Pernikahan adalah suatu perjanjian besar, suatu pertanggung jawaban yang berat bagi seorang laki-laki yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.
Namun realitanya berapa banyak perempuan yang harapannya hanya mimpi kebahagiaannya menguap seperti embun segar ketika disapa mentari pagi, hari-harinya bak neraka yang panas dan membakar hati, KDRT sudah menjadi santapannya sepanjang hari.
Mawar yang indah itu hidup dibumi yang kering kerontang tanpa air yang menyinar. Sudah saatnya seorang suami memahami tabiat seorang istri.
Jangan biarkan air matanya menetes dipipi.
Jadikanlah ia hiasan terindah yang dimiliki.
Jangan sampai terbetik dihatinya, “andai aku tidak menikah dengannya.”
 
Berat : 350 gram

Harga: Rp.68.000

Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong

Penulis: Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA
Penerbit: Rumah Ilmu

Ukuran : 16 x 16 cm
Isi : 116 halaman
Cover : Art Carton

Berbekal Setengah Isi Setengah KosongDetail Produk
Bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya, maka sebagian orang berkata, “Setengahnya kosong”, dan sebagian lain berucap, “Setengahnya isi”.
Termasuk orang yang manakah Anda?
Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan, karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh.
Adapun insan yang berkata “Setengah isi”, maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi, ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya yang kosong, karena bagaimanapun gelas itu ada isinya, dan ia berucap, “Alhamdulillah, masih ada isinya.”
 
Berat : 250 gram

Harga: Rp.33.000

Rahasia Pernikahan Bahagia

Penulis: Butsainah as-Sayyid al-‘Iraqi
Penerbit Griya Ilmu

Ukuran: 15.5 x 24 cm
Tebal: 288 hal.
Jenis: Hard Cover
Rahasia Pernikahan BahagiaDetail Produk
Salah satu aspek terpenting dalam kehidupan dan merupakan setengah dari agama adalah pernikahan, sehingga ia menjadi idaman bagi setiap orang beriman. Di sanalah seharusnya ketenangan, cinta kasih dan ketulusan bersemayam, yang pada gilirannya kebahagiaan diraih. Kiat-kiat yang dikemukakan merupakan rahasia, karena tidak banyak orang yang mengetahui atau menyadari. Sementara dengan kiat-kita tersebut, kebahagiaan yang menjadi tujuan hidup semua orang dalam berumah tangga, dapat diraih. Selain ajaran normatif dalam Islam dengan dalil-dalil, buku ini juga didukung dengan hasil survey yang dilakukan penulisnya terhadap sejumlah responden dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga sesuai dengan judulnya, buku ini benar-benar terbukti secara empiris, mengetengahkan kiat-kiat membangun rumah tangga di mana kebahagiaan bersemayam.

Sekadar contoh, seorang responden menuturkan pengalamannya, setelah ketujuh anak mereka berkeluarga dan hidup berpisah, “Tinggallah kami berdua mengenang canda tawa, keributan dan kelucuan, tangis dan belajar anak-anak kami, sebuah kenangan hari-hari yang tidak mungkin terlupakan. Dulu kami disibukkan untuk membahagiakan anak-anak kami. Namun sekarang, mendengar kabar mereka cukup membuat kami terhibur, dan kunjungan mereka membuat kami bahagia. Kadang, kami menghabiskan waktu untuk ibadah bersama, bercerita tentang kenangan masa lalu. Namun, yang paling mencemaskan adalah ketika suamiku mulai sakit. Aku berharap kiranya kematian lebih dulu menjemputku daripada dia.” Ini sebuah refleksi ikatan emosi yang hanya dapat dibangun dalam pernikahan bahagia!

Pembaca akan menemukan jawaban, di manakah kiat-kiat lamanya sebuah pernikahan menambah kedekatan dan kelekatan perasaan antara suami istri sehingga mereka tidak dapat berpisah? Buku ini juga menawarkan solusi dengan model pernikahan massal bagi kalangan kurang mampu, dengan melibatkan para tokoh masyarakat untuk melakukan pemantauan dan bimbingan, baik sebelum maupun pasca pernikahan terhadap masing-masing pasangan dalam rangka membina dan membangun pilar-pilar masyarakat yang shalih. Pembaca akan menemukan banyak contoh empiris lain dari para responden dan hasil survey yang diangkat dalam buku ini.




 
Berat : 0.5 kg

Harga: Rp.51.500

Zuhud jilid 3

Penulis: Ibnu Al Mubarak
Penerbit: Pustaka Azzam

Isi: 660 halaman
Zuhud jilid 3Detail Produk
Bab: Keutamaan Berdzikir kepada Allah swt--- 1

BIOGRAFI PERIWAYAT AZ-ZUHDU --- 400

DAFTAR ISTILAH HADITS --- 628

Referensi --- 643




 
Berat : 1.3 kg

Harga: Rp.147.000

Zuhud jilid 2

Penulis: Ibnu Al Mubarak
Penerbit: Pustaka Azzam

Isi: 664 halaman
Zuhud jilid 2Detail Produk
Bab: Meminimalisasi Harta Duniawi 1

Bab: Hinanya Dunia di Sisi Allah b 10

Bab: Tawakal dan Tawadhu 77

Bab: Qana’ah dan Ridha 89

Bab: Hadits-Hadits tentang Kefakiran 98

Bab: Mencari Yang Halal 140

Bab: Sedekah 206

Bab: Berbuat Baik kepada Anak Yatim 223

Bab: Ketamakan Atau Kebakhilan 230

Bab: Niat dengan Amalan yang Sedikit

Tapi Hati Selamat 310

Bab: Orang yang Berbicara Dusta Supaya Ditertawakan 341

Bab: Memperbaiki Hubungan Sesama 349

Bab: Riwayat-Riwayat tentang Tercelanya Bermewah-mewahan di dalam Keduniaan 374

Bab: Rendah Hati 476

Bab: Riwayat-Riwayat yang Menyebutkan Uwais dan Ash-Shunabihi h 504

Bab: Riwayat-Riwayat yang menyebutkan Amir bin Abd Qais dan Shilah bin Asyyam Radhiyallahu Anha 509

Bab: Khabar-Khabar Abu Raihanah dan Lainnya 544

Bab: Khabar-Khabar Umar bin Abdul Aziz 558

Bab: Penyebutan Tentang Rahmat Allah c 570




 
Berat : 1.3 kg

Harga: Rp.147.000

Zuhud jilid 1

Penulis: Ibnu Al Mubarak
Penerbit: Pustaka Azzam

Isi: 840 halaman
Zuhud jilid 1Detail Produk
Az-Zuhdu



Diakui atau pun tidak, umat Islam saat ini sedang mengidap penyakit kronis yang menyebabkannya terpuruk, lemah, menjadi rebutan musuh dan jauh dari nilai-nilai moral yang luhur. Hal ini sejalan dengan prediksi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika menjelaskan kondisi umat Islam di akhir zaman. Factor ketidaktahuan umat terhadap ajaran Islam dan minimnya penerapan nilai-nilai moral yang luhur di tengah-tengah masyarakatlah yang menjadi penyebab utama. Oleh sebab itu, umat ini perlu disadarkan kembali terhadap nilai-nilai moral yang luhur agar menjadi umat terbaik yang pernah dimunculkan di tengah-tengah masyarakat dunia seperti misi yang dibawa oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yang luhur."

Abdullah bin Al Mubarak, sosok yang dikenal sebagai pejuang sejati yang gigih memperjuangkan Islam sekaligus berbudi pekerti mulia, dengan karya tulisnya "Az-Zuhdu" menjelaskan kepada kita akhlak terpuji dan nilai-nilai moral yang luhur berlandaskan ragam hadits dan atsar agar kita bisa merenungi kembali sejauh mana pemahaman kita terhadap ajaran moral yang menjadi misi utama Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, sehingga kita kembali memiliki izzah dan menjadi umat terbaik seperti yang diharapkan.

MUKADDIMAH................................................................ 1

MAKNA ZUHUD DAN HADITS-HADITS YANG

MENGANJURKAN UNTUK BERSIKAP ZUHUD................. 13

DEFENISI ZUHUD DAN ORANG YANG ZUHUD

MENURUT SALAFUSH-SHALIH.............................................. 23

BIOGRAFI ABDULLAH BIN AL MUBARAK......................... 74

Nama lengkap Ibnu Al Mubarak........................................................ 74

Kelahiran Ibnu Al Mubarak............................................................... 75

Tempat tinggal Ibnu Al Mubarak....................................................... 75

Sifat-Sifat Baik yang Dimiliki Ibnu Al Mubarak................................... 77

Latar Belakang Pendidikan dan Kejeniusan Ibnu Al Mubarak............ 79

Ibadah dan Rasa Takut Ibnu Al Mubarak kepada Allah c ................ 81

Kezuhudan dan Kewara’an Ibnu Al Mubarak.................................... 86

Adab dan Kedermawanan Abdullah bin Al Mubarak......................... 89

Ketawadhu’an Ibnu Al Mubarak dan Sikapnya Menjauhi Popularitas. 95

Jihad dan Keberanian Ibnu Al Mubarak............................................ 97

Pujian dan Sanjungan Ulama kepada Ibnu Al Mubarak................... 103

Ucapan dan Bait Syair Ibnu Al Mubarak......................................... 109

Guru dan Murid Abdullah Bin Al Mubarak...................................... 117

Murid Abdullah bin Al Mubarak...................................................... 119

Karya Tulis Ibnu Al Mubarak.......................................................... 120

Wafatnya Ibnu Al Mubarak............................................................. 121

BIOGRAFI PARA PERIWAYAT AZ-ZUHDU

IBNU AL MUBARAK.................................................................. 125

Bab: Anjuran Menaati Allah...................................................... 129

Bab: Menuntut Ilmu untuk Memperoleh Tujuan

Keduniaan...................................................................................... 189

Bab: Takut terhadap Dampak Negatif yang Ditimbulkan

Dosa................................................................................................ 221

Bab: Keutamaan Ibadah............................................................ 256

Bab: Sedih dan Tangisan........................................................... 297

Bab: Beramal dan Berzikir dengan Merendahkan Suara.. 320

Bab: Khusyuk dan Takut............................................................ 345

Bab: Bersungguh-Sungguh dalam Beribadah....................... 372

Bab: Ikhlas dan Niat.................................................................... 386

Bab: Berdzikir Mengagungkan Allah c ................................ 418

Bab: Merenung di Saat Mengantar Jenazah......................... 458

Bab: Larangan Panjang Angan-Angan.................................. 470

Bab: Tidak Sabar Menanti Kematian untuk Dapat

Berpisah dengan Segala Macam Ibadah............................... 500

Bab: Mengambil Pelajaran dan Merenung............................ 506

Bab: Meninggalkan Perbuatan Dosa...................................... 525

Bab: Kebaikan Keluarga Tergantung pada

Keistiqamahan Seseorang......................................................... 566

Bab: Rasa Bangga di Kalangan Beberapa Permukaan

Bumi................................................................................................ 577

Bab: Teman yang Baik dan Tidak Baik................................. 603

Bab: Menjaga Lisan..................................................................... 623

Bab: Tawadhu’............................................................................. 643

Bab: Keutamaan Mendatangi Shalat, Duduk di Dalam

Masjid dan Lainnya...................................................................... 669

Bab: Tawakal................................................................................ 698

Bab: Kabar Gembira bagi Seorang Mukmin Ketika

Meninggal Dunia dan yang Lainnya....................................... 717

Bab: Kecaman Terhadap Riya‘, Ujub dan Sifat Buruk

Lainnya........................................................................................... 729

Bab: Tobat Nabi Daud dan Penuturan tentang Para Nabi 771

DAFTAR ISTILAH 813




 
Berat : 1.7 kg

Harga: Rp.183.000

Pendidikan Anak Dalam Islam (Tarbiyatul Aulad Fil Islam)

Penulis : DR. Abdullah Nashih 'Ulwan
Tahqiq: Ihsan Al-'Utaibi
Penerbit : Insan Kamil

Ukuran : 24 x 15 cm
Halaman : xxxii + 906 halaman
Cover : Hard
Pendidikan Anak Dalam Islam (Tarbiyatul Aulad Fil Islam)Detail Produk
Pendidikan terhadap anak merupakan faktor penting yang sangat diperhatikan di dalam Islam. Buktinya, Nabi muhammad SAW sangat menekankan hal ini kepada para shahabatnya. Sejarah telah mencatat, ada banyak kaidah pendidikan yang dicetuskan oleh Islam. Meskipun zaman telah berganti, kaidah-kaidah tersebut tetap relevan untuk diterapkan di masyarakat.

Hanya saja, konsep pendidikan Islam yang luhur itu mulai diabaikan oleh beberapa pendidik. Padahal jika ditilik dari segi kelengkapannya tentu konsep inilah yang paling lengkap, karena tidak hanya mementingkan pendidikan yang bersifat duniawi tetapi juga ukhrawi. Sedangkan konsep lainnya lebih cenderung berat sebelah.

Melalui buku ini, Anda akan mengetahui betapa luas konsep pendidikan anak di dalam Islam. Apalagi risalah ini adalah buah karya dari seorang pakar yang memang menggeluti bidang pendidikan Islam, yaitu Dr. Abdullah Nashih Ulwan. Menariknya, penulis tidak hanya menawarakan konsep pendidikan saja, tetapi juga beberapa pemecahan terhadap masalah kenakalan remaja yang jamak terjadi di masyarakat. Bahkan, penulis juga menyampaikan beberapa tanggung jawab pendidik yang salah satunya adalah tanggung jawab pendidikan seksual kepada anak.

Oleh karena itu, tak berlebihan jika buku ini mendapat predikat sebagai karya yang fenomenal.

=======================

RESENSI BUKU TARBIYATUL AULAD ABDULLAH NASHIH ULWAN

Kitab “Tarbiyatul Aulad Fil Islam” memiliki karakteristik tersendiri. Keunikan karakteristik itu terletak pada uraiannya yang menggambarkan totalitas dan keutamaan Islam. Islam sebagai agama yang tertinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya adalah menjadi obsesi Ulwan dalam setiap analisa dan argumentasinya, sehingga tidak ada satu bagian pun dalam kitab tersebut yang uraiannya tidak didasarkan atas dasar-dasar dan kaidah-kaidah nash.

Kitab ini disusun dalam tiga bagian atau “qism” yang kronologis, masing-masing bagian memuat beberapa pasal dan setiap pasal mengandung beberapa topik pembahasan. Judul-judul dan pasal-pasal dalam setiap bagian itu akan tersusun sebagai berikut ini :

Bagian pertama terdiri dari empat pasal, yaitu:
a. Pasal pertama adalah perkawinan teladan dalam kaitannya dengan pendidikan.
b. Pasal kedua adalah perasaan psikologis terhadap anak-anak.
c. Pasal ketiga adalah hukum umum dalam hubungannya dengan anak yang lahir.

Pasal ini terdiri dari empat bahasan :
1. Pertama , adalah yang dilakukan oleh pendidik ketika lahir.
2. Kedua , yaitu penamaan anak dan hukumnya.
3. Ketiga , adalah aqiqah anak dan hukumnya.
4. Keempat , adalah menyunatkan anak dan hukumnya.
d. Pasal keempat adalah sebab-sebab kelainan pada anak dan penanggulangannya.

Bagian kedua yaitu tanggung jawab terbesar bagi para pendidik, bagian ini terdiri dari tujuh pasal adalah sebagai berikut :
a. Pasal pertama adalah tanggung jawab pendidikan Iman.
b. Pasal kedua adalah tanggung jawab pendidikan moral.
c. Pasal ketiga adalah tanggung jawab pendidikan fisik
d. Pasal keempat adalah tanggung jawab pendidikan intelektual.
e. Pasal kelima adalah tanggung jawab pendidikan psikologis.
f. Pasal keenam adalah tanggung jawab pendidikan sosial.
g. Pasal ketujuh adalah tanggung jawab pendidikan seksual.

Bagian ketiga terdiri dari tiga pasal dan penutup :
a. Pasal pertama adalah faktor-faktor pendidikan yang berpengaruh.
b. Pasal kedua adalah dasar-dasar fundamental dalam mendidik anak.
c. Pasal ketiga berisi saran-saran paedagogis.

Bagian pertama sampai dengan bagian ketiga tersebut, terdapat dalam jilid I. Sedangkan dalam jilid II, meliputi tiga pasal, yaitu :
a. Pasal pertama adalah metode pendidikan yang influentif terhadap anak.
b. Pasal kedua adalah kaidah-kaidah elementer dalam pendidikan anak.
c. Pasal ketiga adalah gagasan edukatif yang sangat esensial.

Fokus kajian skripsi ini terdapat dalam jilid II pasal pertama yang berisi tentang metode pendidikan yang influentif terhadap anak pada halaman dua dan seterusnya. Ulwan memaparkan 5 metode mendidik moral anak dalam keluarga. Diantara metode-metode pendidikan moral anak dalam keluarga adalah :

Pendidikan dengan keteladanan.
Pendidikan dengan adat kebiasaan.
Pendidikan dengan nasihat.
Pendidikan dengan memberikan perhatian.
Pendidikan dengan memberikan hukuman.

Apabila metode-metode tersebut diterapkan dalam pendidikan anak khususnya dalam keluarga, maka secara bertahap mereka para orang tua mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi kehidupan dan pasukan-pasukan yang kuat untuk kepentingan Islam (sebagai penegak ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan).

C. Metode Pendidikan Moral Anak dalam Keluarga menurut Abdullah Nashih Ulwan

Sarana untuk membentuk keluarga dalam Islam harus melalui ikatan pernikahan. Dengan melangsungkan pernikahan, maka pasangan suami istri akan memperoleh manfaat dari pernikahan tersebut. Salah satu manfaatnya adalah memelihara kelangsungan jenis manusia di dunia yang fana ini. Kelahiran anak merupakan amanat dari Allah SWT kepada bapak dan ibu sebagai pemegang amanat yang harusnya dijaga, dirawat, dan diberikan pendidikan. Itu semua merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua kepada anaknya.
Anak dilahirkan tidak dalam keadan lengkap dan tidak pula dalam keadaan kosong. Ia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Memang ia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, akan tetapi anak telah dibekali dengan pendengaran, penglihatan, dan kata hati.

Dengan diberikannya penglihatan, pendengaran, dan kata hati tersebut, diharapkan orang tua harus mampu membimbing, mengarahkan, dan mendidiknya dengan ekstra hati-hati karena anak sebagai peniru yang ulung. Oleh karena itu semaksimal mungkin orang tua memberikan pelayanan terhadap anaknya. Pelayanan yang maksimal akan menghasilkan suatu harapan bagi bapak ibunya, tiada lain suatu kebahagiaan hasil jerih payahnya. Sebab anak adalah sumber kebahagiaan, kesenangan, dan sebagai harapan dimasa yang akan datang.[8] Harapan-harapan orang tua akan terwujud, tatkala mereka mempersiapkan sedini mungkin pendidikan yang baik sebagai sarana pertumbuhan dan perkembangan bagi anak.

Memang diakui bahwa mengemudikan bahtera rumah tangga yang baik, yang sakinah, dan yang maslahah merupakan tugas kewajiban yang sangat rumit, tidak kalah rumitnya dengan mengelola sebuah pabrik, dan tidak kalah canggihnya dengan mengemudikan pesawat terbang karena orang tua harus siap untuk memperpadukan sekian banyak unsur dan dimensi mulai dari dimensi sikap mental, ilmu pengetahuan, ketrampilan dan lain sebagainya. Sebagai kewajiban dari orang tua, dalam hal ini adalah pemegang amanat, maka barang siapa yang mampu menjaga amanat tersebut akan diberi pahala, dan sebaliknya. Hal ini sesuai dengan janji Allah SWT dalam firmanya, QS.al-Kahfi (18) : 46.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahala disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi : 46)

Dalam mendidik anak, tentunya harus ada kesepakatan antara bapak ibu sebagai orang tua, akan dibawa kepada pendidikan yang otoriter atau pendidikan yang demokratis atau bahkan yang liberal, sebab mereka penentu pelaksana dalam keluarga.

Dalam kehidupan masyarakat terkecil, yaitu keluarga, suami secara fungsional adalah penanggung jawab utama rumah tangga (keluarga) sedangkan istri adalah mitra setia yang aktif konstruktif mengelola rumah tangga. Operasionalisasi kehidupan berkeluarga sebaiknya dilakukan berdasarkan amar makruf nahi munkar.
Salah satu wujud amar makruf nahi munkar dalam kehidupan berkeluarga adalah memberikan pendidikan kepada putra putrinya berdasarkan ajaran Islam. Antara keluarga satu dengan keluarga lainnya mempunyai prinsip dan sistem sendiri-sendiri dalam mendidik anaknya. Namun orang tua jangan terbuai atau melupakan terhadap ajaran-ajaran Islam, terutama dalam hal pendidikan anak sebagaimana yang telah dicontohkan Rasul saw. sebagai pembawa panji-panji Islam, Rasul SAW tidak pernah mendidik putra-putrinya dengan pendidikan keras dan tidak dengan membebaskan anak-anaknya, tetapi beliau dalam mendidik keluarganya terutama kepada anak-anaknya adalah dengan limpahan kasih sayang yang amat besar. Senada dengan yang dikatakan oleh sahabat Anas ra. yaitu “aku tidak mendapatkan seseorang yang kasih sayangnya pada keluarganya melebihi Rasulullah SAW.”

Seorang muslim sepatutunya mencontoh teladan yang telah diberikan Rasul SAW, dalam memuliakan putra putrinya. Beliau dalam mendidik anak-anaknya melalui ajaran wahyu Ilahi yaitu dengan penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya. Dengan pemberian kasih sayang tersebut, diharapkan dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab anak merupakan aset masa depan. Sebagai orang tua dapat meneladani ajaran-ajaran Rasul SAW tersebut, melalui para pemikir dan pemerhati pendidikan (anak) dalam Islam. Salah satu pemerhati pendidikan (anak) dalam Islam yang memberikan gambaran yang benar sesuai dengan ajaran Islam adalah Ulwan. Ia memberikan pandangannya dalam mendidik anak dalam keluarga melalui metode-metode yang harus diterapkan dalam pendidikan anak termasuk dalam hal pendidikan moral. Apabila metode-metode tersebut diterapkan, niscaya apa yang menjadi harapan bersama sebagai muslimin yaitu tumbuhnya para generasi Islam yang tangguh dan sebagai penebar kebenaran, dapat direalisasikan.

Untuk mmemperoleh hasil yang baik dalam pelaksanaan pendidikan (moral) maka harus memenuhi beberapa faktor-faktornya. Salah satu faktornya adalah metode. Metode merupakan sarana untuk menyampaikan isi atau materi pendidikan tersebut, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan hasil yang baik.
Diantara metode pendidikan moral anak dalam keluarga yang ditawarkan oleh Abdullah Nashih Ulwan adalah :

1. Pendidikan dengan keteladanan

Menurut al-Ghazali anak adalah amanat bagi orang tuanya. Hatinya yang suci merupakan permata tak ternilai harganya, masih murni dan belum terbentuk. Orang tuanya merupakan arsitek atau pengukir kepribadian anaknya. Sebelum mendidik orang lain, sebaiknya orang tua harus mendidik pada dirinya terlebih dahulu. Sebab anak merupakan peniru ulung. Segala informasi yang masuk pada diri anak, baik melalui penglihatan dan pendengaran dari orang di sekitarnya, termasuk orang tua akan membentuk karakter anak tersebut. Apalagi anak yang berumur sekitar 3-6 tahun, ia senantiasa melakukan imitasi terhadap orang yang ia kagumi (ayah dan ibunya). Rasa imitasi dari anak yang begitu besar, sebaiknya membuat orang tua harus ekstra hati-hati dalam bertingkah laku, apalagi didepan anak-anaknya. Sekali orang tua ketahuan berbuat salah dihadapan anak, jangan berharap anak akan menurut apa yang diperintahkan. Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi orang tua pemegang amanat, untuk memberikan teladan yang baik kepada putra putrinya dalam kehidupan berkeluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Orang tua terutama ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak dalam membentuk pribadinya.

Ibu mempengaruhi anak melalui sifatnya yang menghangatkan, menumbuhkan rasa diterima, dan menanamkan rasa aman pada diri anak. Sedangkan ayah mempengaruhi anaknya melalui sifatnya yang mengembangkan kepribadian, menanamkan disiplin, memberikan arah dan dorongan serta bimbingan agar anak tambah berani dalam menghadapi kehidupan.

Teladan yang baik dari orang tua kepada anak (sekitar umur 6 tahun) akan berpengaruh besar kepada perkembangan anak di masa mendatang. Sebab kebaikan di waktu kanak-kanak awal menjadi dasar untuk pengembangan di masa dewasa kelak. Untuk itu lingkungan keluarga harus sebanyak mungkin memberikan keteladanan bagi anak. Dengan keteladanan akan memudahkan anak untuk menirunya. Sebab keteladanan lebih cepat mempengaruhi tingkah laku anak. Apa yang dilihatnya akan ia tirukan dan lama kelamaan akan menjadi tradisi bagi anak. Hal ini sesuai firman Allah SWT QS. al-Ahzab ( 33) : 21.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21)

Dalam hal keteladanan ini, lebih jauh Abdullah Nashih Ulwan menafsirkan dalam beberapa bentuk, yaitu :
a. Keteladanan dalam ibadah.
b. Keteladanan bermurah hati.
c. Keteladanan kerendahan hati.
d. Keteladanan kesantunan.
e. Keteladanan keberanian.
f. Keteladanan memegang akidah

Karena obyeknya anak (kanak-kanak) tentunya bagi orang tua dalam memberikan teladan harus sesuai dengan perkembangannya sehingga anak mudah mencerna apa yang disampaikan oleh bapak ibunya. Sebagai contoh agar anak membiasakan diri dengan ucapan “salam”, maka senantiasa orang tua harus memberikan ajaran tersebut setiap hari yaitu hendak pergi dan pulang ke rumah (keteladanan kerendahan hati). Yang penting bagi orang tua tampil dihadapan anak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, niscaya semua itu akan ditirunya.

2. Pendidikan dengan adat kebiasaan

Setiap manusia yang dilahirkan membawa potensi, salah satunya berupa potensi beragama. Potensi beragama ini dapat terbentuk pada diri anak (manusia) melalui 2 faktor, yaitu : faktor pendidikan Islam yang utama dan faktor pendidikan lingkungan yang baik. Faktor pendidikan Islam yang bertanggung jawab penuh adalah bapak ibunya. Ia merupakan pembentuk karakter anak. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah.

“Dari Abi hurairah ra. telah bersabda Rasulullah SAW. tidak ada anak yang dilahirkan, kecuali dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya sebagai orang yahudi, nasrani, atau majusi”. (HR. Muslim)

Setelah anak diberikan masalah pengajaran agama sebagai sarana teoritis dari orang tuanya, maka faktor lingkungan harus menunjang terhadap pengajaran tersebut, yakni orang tua senantiasa memberikan aplikasi pembiasaan ajaran agama dalam lingkungan keluarganya. Sebab pembiasaan merupakan upaya praktis dan pembentukan (pembinaan) dan persiapan.

Pada umur kanak-kanak kecenderungannya adalah meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, baik saudara famili terdekatnya ataupun bapak ibunya. Oleh karena itu patut menjadi perhatian semua pihak, terutama orang tuanya selaku figur yang terbaik di mata anaknya. Jika orang tua menginginkan putra putrinya tumbuh dengan menyandang kebiasaan-kebiasaan yang baik dan akhlak terpuji serta kepribadian yang sesuai ajaran Islam, maka orang tua harus mendidiknya sedini mungkin dengan moral yang baik. Karena tiada yang lebih utama dari pemberian orang tua kecuali budi pekerti yang baik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW yang diriwayatkan al-Tirmidzi dari Ayyub bin Musa.

"Diceritakan dari Ayyub bin Musa dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw bersabda : Tidak ada pemberian yang lebih utama dari seorang ayah kepada anaknya kecuali budi pekerti yang baik”. (H.R At-Tirmidzi)

Apabila anak dalam lahan yang baik (keluarganya) memperoleh bimbingan, arahan, dan adanya saling menyayangi antar anggota keluarga, niscaya lambat laun anak akan terpengaruh informasi yang ia lihat dan ia dengar dari semua perilaku orang– orang disekitarnya. Dan pengawasan dari orang tua sangat diperlukan sebagai kontrol atas kekeliruan dari perilaku anak yang tak sesuai dengan ajaran Islam.

3. Pendidikan dengan Nasihat
Pemberi nasihat seharusnya orang yang berwibawa di mata anak. Dan pemberi nasihat dalam keluarga tentunya orang tuanya sendiri selaku pendidik bagi anak. Anak akan mendengarkan nasihat tersebut, apabila pemberi nasihat juga bisa memberi keteladanan. Sebab nasihat saja tidak cukup bila tidak diikuti dengan keteladanan yang baik.

Anak tidak akan melaksanakan nasihat tersebut apabila didapatinya pemberi nasihat tersebut juga tidak melaksanakannya. Anak tidak butuh segi teoritis saja, tapi segi praktislah yang akan mampu memberikan pengaruh bagi diri anak.

Nasihat yang berpengaruh, membuka jalannya ke dalam jiwa secara langsung melalui perasaan. Setiap manusia (anak) selalu membutuhkan nasihat, sebab dalam jiwa terdapat pembawaan itu biasanya tidak tetap, dan oleh karena itu kata–kata atau nasihat harus diulang–ulang. Nasihat akan berhasil atau mempengaruhi jiwa anak, tatkala orangtua mampu memberikan keadaan yang baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. al-Baqarah ( 2) : 44.

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kabaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat) ? maka tidakkah kamu berpikir ? (Q.S al-Baqarah : 44)

Agar harapan orang tua terpenuhi yakni anak mengikuti apa– apa yang telah diperintahkan dan yang telah diajarkannya, tentunya disamping memberikan nasihat yang baik juga ditunjang dengan teladan yang baik pula. Karena pembawaan anak mudah terpengaruh oleh kata–kata yang didengarnya dan juga tingkah aku yang sering dilihatnya dalam kehidupan sehari–hari dari pagi hari sampai sore hari.

Nasihat juga harus diberikan sesering mungkin kepada anak–anak masa sekolah dasar, sebab anak sudah bersosial dengan teman sebayanya. Agar apa–apa yang telah diberikan dalam keluarganya tidak mudah luntur atau tepengaruh dengan lingkungan barunya.

Penyajian atau memberikan nasihat itu ada pembagiannya, yaitu :

a. Menyeru untuk memberikan kepuasan dengan kelembutan atau penolakan.
Sebagai contohnya adalah seruan Lukman kepada anak–anaknya, agar tidak mempersekutukan Allah SWT. Q.S. Lukman (31) :13.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar–benar kezaliman yang besar.” (Q.S Luqman : 13).

b. Metode cerita dengan disertai tamsil ibarat dan nasihat
Metode ini mempunyai pengaruh terhadap jiwa dan akal. Biasanya anak itu menyenangi tentang cerita-cerita. Untuk itu orang tua sebisa mungkin untuk memberikan masalah cerita yang berkaitan dengan keteladanan yang baik yang dapat menyentuh perasaannya.Sebagaimana firman-Nya dalam QS. al-A`raf (7) : 176.

“… Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir”.[24]

c. Pengarahan melalui wasiat
Orang tua yang bertanggung jawab tentunya akan berusaha menjaga amanat-Nya dengan memberikan yang terbaik buat anak demi masa depannya dan demi keselamatannya.

4. Pendidikan dengan Perhatian
Sebagai orangtua berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan–kebutuhan anaknya, baik kebutuhan jasmani ataupun kebutuhan yang berbentuk rohani. Diantara kebutuhan anak yang bersifat rohani adalah anak ingin diperhatikan dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Pendidikan dengan perhatian adalah mencurahkan, memperhatikan dan senantiasa mengikuti perkembangan anak dalam pembinaan akidah dan moral, persiapan spiritual dan sosial, disamping selalu bertanya tentang situasi pendidikan jasmani dan daya hasil ilmiahnya.

Orang tua yang bijaksana tentunya mengetahui perkembangan-perkembangan anaknya. Dan ibu adalah pembentuk pribadi putra putrinya lebih besar prosentasenya dibanding seorang ayah. Tiap hari waktu Ibu banyak bersama dengan anak, sehingga wajar bila kecenderungan anak lebih dekat dengan para ibunya. Untuk itu ibu diharapkan mampu berkiprah dalam mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan putra-putrinya.

Orang tua yang baik senantiasa akan mengoreksi perilaku anaknya yang tidak baik dengan perasaan kasih sayangnya, sesuai dengan perkembangan usia anaknya. Sebab pengasuhan yang baik akan menanamkan rasa optimisme, kepercayaan, dan harapan anak dalam hidupnya. Dalam memberi perhatian ini, hendaknya orang tua bersikap selayak mungkin, tidak terlalu berlebihan dan juga tidak terlalu kurang. Namun perhatian orang tua disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.

Apabila orang tua mampu bersikap penuh kasih sayang dengan memberikan perhatian yang cukup, niscaya anak-anak akan menerima pendidikan dari orang tuanya dengan penuh perhatian juga. Namun pangkal dari seluruh perhatian yang utama adalah perhatian dalam akidah.

5. Pendidikan dengan memberikan hukuman
Hukuman diberikan, apabila metode-metode yang lain sudah tidak dapat merubah tingkah laku anak, atau dengan kata lain cara hukuman merupakan jalan terakhir yang ditempuh oleh pendidik, apabila ada perilaku anak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sebab hukuman merupakan tindakan tegas untuk mengembalikan persoalan di tempat yang benar. Hukuman sesungguhnya tidaklah mutlak diberikan. Karena ada orang dengan teladan dan nasehat saja sudah cukup, tidak memerlukan hukuman. Tetapi pribadi manusia tidak sama seluruhnya. Sebenarnya tidak ada pendidik yang tidak sayang kepada siswanya. Demikian juga tidak ada orang tua yang merasa senang melihat penderitaan anaknya. Dengan memberikan hukuman, orang tua sebenarnya merasa kasihan terhadap anaknya yang tidak mau melaksanakan ajaran Islam. Karena salah satu fungsi dari hukuman adalah mendidik. Sebelum anak mengerti peraturan, ia dapat belajar bahwa tindakan tertentu benar apabila tidak menerima hukuman dan tindakan lainnya salah apabila mendapatkan suatu hukuman.

Dalam memberikan hukuman ini diharapkan orang tua melihat ruang waktu dan tempatnya. Diantara metode memberikan hukuman kepada anak adalah :
a. Menghukum anak dengan lemah lembut dan kasih sayang.
b. Menjaga tabiat anak yang salah.
c. Hukuman diberikan sebagai upaya perbaikan terhadap diri anak, dengan tahapan yang paling akhir dari metode-metode yang lain.

Memberi hukuman pada anak, seharusnya para orang tua sebisa mungkin menahan emosi untuk tidak memberi hukuman berbentuk badaniah. Kalau hukuman yang berbentuk psikologis sudah mampu merubah sikap anak, tentunya tidak dibutuhkan lagi hukuman yang menyakitkan anak tersebut. Hukuman bentuknya ada dua, yakni hukuman psikologis dan hukuman biologis.

Bentuk hukuman yang bersifat psikologis adalah :
a. Menunjukkan kesalahan dengan pengarahan.
b. Menunjukkan kesalahan dengan memberikan isyarat.
c. Menunjukkan kesalahan dengan kecaman.

Hukuman bentuk psikologis ini diberikan kepada anak dibawah umur 10 tahun. Apabila hukuman psikologis tidak mampu merubah perilaku anak, maka hukuman biologis lah yang dijatuhkan tatkala anak sampai umur 10 tahun tidak ada perubahan pada sikapnya. Hal ini dilakukan supaya anak jera dan tidak meneruskan perilakunya yang buruk. Sesuai sabda Rasul SAW yang diriwayatkan Abu Daud dari Mukmal bin Hisyam.

"Suruhlah anak kalian mengerjakan shalat, sedang mereka berumur tujuh tahun, dan pukulilah mereka itu karena shalat ini, sedang mereka berumut sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka”. (HR. Abu Daud)




 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.135.000

Lapis-Lapis Keberkahan

Alhamdulillah buku ini CETAK ULANG 3 hari Setelah Launching...!!

Memburu berkah amatlah berat, tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat

Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro-U Media

Ukuran: 15.5 x24 cm
Halaman : 517 hal
Lapis-Lapis KeberkahanDetail Produk
Sinopsis

Bahagia adalah kata paling menyihir dalam hidup manusia. Jiwa merinduinya. Akal mengharapinya. Raga mengejarnya. Tapi kebahagiaan adalah goda yang tega. Ia bayangan yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap, menghilang jika dihadang. Di nanar mata yang tak menjumpa bahagia; insan lain tampak lebih cerah. Di denging telinga yang tak menyimak bahagia; insan lain terdengar lebih ceria. Di gerisik hati yang tak merasa bahagia; insan lain berkilau bercahaya.

Buku ini disusun dengan keinsyafan kecil; bahwa jika bahagia dijadikan tujuan, kita akan luput menikmatinya sepanjang perjalanan. Bahwa jika bahagia dijadikan cita, kita akan kehilangan ia sebagai rasa. Bahwa jika bahagia djadikan tugas jiwa, kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba. Bahwa jika bahagia dijadikan tema besar kehidupan, kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Maka buku ini diberi tajuk ìLapis-Lapis Keberkahanî. Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna, serta rasa; yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindra itu ialah; ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal, dan jasad kita.

Ialah lapis-lapis keberkahan. Mungkin bukan nikmat atau musibahnya, tapi syukur dan sabarnya. Bukan kaya atau miskinnya, tapi shadaqah dan doanya. Bukan sakit atau sehatnya, tapi dzikir dan tafakkurnya. Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qana`ahnya. Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhuínya. Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaqnya. Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara`nya. Bukan sukar atau mudahnya, tapi íamal dan jihadnya. Bukan berat atau ringannya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman, dan ihsan kita; membuntutinya hingga ke surga.




 
Berat : 700 gram

Harga: Rp.100.000

Terapi Mensucikan Jiwa

Penulis : Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Terapi Mensucikan JiwaDetail Produk
Intisari ajaran Islam tentang ketakwaan dan kesalehan yang dipetik dari al-Qur`an, hadis Rasulullah s.a.w., dan renungan-renungan keagamaan tentang penyucian jiwa serta pembinaan akhlak mulia, untuk dapat menjalani kehidupan secara lebih baik dengan sesama manusia (hablun min an-nâs) dan dengan Allah (hablun min Allâh)

Setiap muslim dituntut untuk dapat menjadi pribadi yang saleh. Sebab, kesalehan menghimpun seluruh kebaikan dan nilai-nilai luhur yang diajarkan Islam. Sehingga, ia pun akan dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia maupun dengan Allah.

Buku ini menuntun kita untuk meraih kesalehan dan mewujudkan ketakwaan kepada Allah s.w.t. Dirangkai dalam untaian nasihat dan hikmah yang disarikan dari ayat-ayat al-Qur`an, hadis Nabi s.a.w., atsar para sahabat dan as-salaf ash-shâlih serta renungan moral-spiritual penulisnya, karya ini sarat makna dan meggugah kalbu pembacanya.

Di dalamnya ditunjukkan, bagaimana setiap Muslim harus dapat menghidupkan hati dan membersihkan jiwa, salah satunya, dengan selalu membaca al-Qur`an, menghayati maknanya, dan mengamalkan ajarannya. Penulisnya juga menjelaskan, bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan menuju ridha Allah. Untuk dapat mencapai ridha-Nya, manusia harus tetap berjalan di atas jalan yang sudah digariskan oleh-Nya, dan menjauhi maksiat-Nya.Karya ini tidak hanya mengajak kita untuk merenungkan kembali kedudukan kita sebagai hamba yang lemah dan mudah melakukan kesalahan, melainkan mendorong kita juga untuk dapat memptaktikkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai luhur Islam. Sehingga, kita pun akan memiliki kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial dalam menjalani kehidupan sehari-hari di bawah naungan ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.





 
Berat : 0.8 kg

Harga: Rp.92.000

Jangan Menyerah Ada Hikmah Dibalik Ujian

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 12.5 x 17,5 cm
Jangan Menyerah Ada Hikmah Dibalik UjianDetail Produk
Adakah manusia yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah adalah segala sesuatu yang tak diinginkan yang menimpa seseorang, apa pun bentuknya, sebagai sunnatullah yang berlaku atas hamba-hamba-Nya. Musibah tidak hanya menimpa orang-orang yang jauh dari nilai-nilai agama saja, namun juga orang-orang mukmin dan bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.

Seberat apa pun musibah yang dialami seorang Mukmin, tidak lepas dari ujian Allah untuk menguji seteguh apakah keimanan yang ia miliki. Apakah imannya akan rapuh dengan satu ujian saja, ataukah akan semakin kuat? Allah s.w.t. berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut: 2).

Dengan demikian, tak ada musibah yang diturunkan Allah dengan sia-sia. Sebab, Allah s.w.t. Mahaadil dengan menyiapkan hikmah di baliknya. Tahukah kita, bahwa musibah diturunkan Allah untuk menyucikan jiwa manusia dari dosa dan maksiat? Tidakkah kita menyadari, bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya yang ditimpa musibah? Selain itu, musibah juga merupakan pelajaran bagi manusia agar dapat berempati terhadap sesama dan selalu mensyukuri nikmat Allah.

Masih banyak lagi hikmah di balik musibah yang dipaparkan oleh buku ini. Karya ini tak hanya mengantarkan kita untuk dapat bersikap ridha terhadap setiap musibah yang kita hadapi, namun juga sekaligus mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah s.w.t.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang menentang tasawuf, namun kritiknya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.




 
Berat : 150 gram

Harga: Rp.20.000

Faedah DZIKIR Yang Menakjubkan

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Ibnu Umar
Ukuran : Buku Saku 10.5 x 15 cm
Halaman : 80 halaman
Faedah DZIKIR Yang MenakjubkanDetail Produk
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian amal-amal kalian yang terbaik, paling suci di sisi Raja kalian dan paling meninggikan derajat kalian, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik daripada kalian berjumpa dengan musuh kalian , dimana kalian memancung leher mereka atau mereka memancung leher kalian?” Para Sahabat menjawab, “Tentu saja mau.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dzikir mengingat Allah Ta'ala.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang yang mati dan orang yang hidup.”

Dan masih ada faedah-faedah lainnya hingga 75 faedah yang Ibnul Qayyim Rahimahullah himpun.
Selamat menikmati faedahnya.




 
Berat : 0.1 kg

Harga: Rp.12.000

Stop Maksiat Sebelum Terlambat

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
Ukuran : 12.5 x 17,5 cm
Stop Maksiat Sebelum TerlambatDetail Produk
Tahukah kita bahwa perbuatan maksiat itu dapat memperpendek usia? Selain itu, maksiat juga menyebabkan kesulitan hidup, menutup pintu rezki, menumbuhkan perasaan gelisah dalam diri pelakunya, menumpulkan kemampuan berpikir, dan membahayakan manusia di dunia dan di akhirat. Meski hanya Allah yang mengetahui akibat dan pengaruhnya secara pasti, namun demikian dampak maksiat dapat dirasakan oleh pelakunya maupun oleh orang-orang di sekitarnya.

Dengan mengacu pada dalil-dalil al-Qur`an, hadis Rasulullah s.a.w., dan nasihat para ulama yang saleh, buku ini memerinci dampak dan akibat perbuatan maksiat terhadap pelakunya dan lingkungannya. Penulisnya menjelaskan, maksiat yang dilakukan terus menerus akan meninggalkan noda dan kerak pada hati pelakunya. Jika dibiarkan, noda dan kerak itu akan semakin tebal dan sulit dihilangkan.

Melalui buku ini, kita tidak hanya dapat mengetahui pelbagai macam dampak maksiat dalam kehidupan, namun juga mengingatkan kita untuk menghindari perbuatan dosa, serta menyadarkan kita untuk selalu dekat dengan-Nya. Sehingga, kehidupan maupun jiwa kita pun tenang, tenteram, dan bahagia di bawah naungan ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang menentang tasawuf, namun kritiknya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.




 
Berat : 0.3 kg

Harga: Rp.20.000

Tobat dan Inabah

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Hard Cover
Ukuran : 15.5 x 24 cm
Halaman : 434 halaman
Tobat dan InabahDetail Produk
Mengungkap rahasia dan makna tobat berdasarkan pada keterangan dalil-dalil al-Qur`an dan sunnah yang sahih, dilengkapi penjelasan tentang jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan dosa, beserta tata cara melakukan tobat dari dosa-dosa itu dan menggapai maqam inabah.

Tobat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. Artinya, ia harus menjauhi jalan para pelaku dosa dan maksiat, dan kembali menempuh ketaatan kepada Allah s.w.t. Dalam upaya melakukan tobat tersebut, diperlukan syarat-syarat khusus agar tobat diterima oleh Allah dan maqam inabah (kembali tunduk kepada Allah) tercapai.
Tobat dan Inabah adalah literatur klasik terlengkap tentang tobat dan inabah yang disarikan dari dalil-dalil al-Qur`an, sunnah Rasulullah s.a.w., dan nasihat para ulama salaf yang saleh. Di dalamnya dijelaskan makna tobat dan inabah, pengertian dan hakikat tobat nasuha, syarat-syaratnya, hingga tanda-tanda seseorang sudah mencapai maqam inabah. Bahkan, penulisnya--Imam Ibnul Qayyim--melengkapi kajiannya dengan paparan yang rinci mengenai jenis-jenis dosa, dan cara tobat dari setiap jenis dosa beserta rahasia di balik masing-masing cara tobat tersebut. Misalnya, bagaimana cara tobat orang yang melakukan ghashab (memakai hak orang lain tanpa izin)? Mengapa qishaash (sanksi hukum yang setimpal dengan pelanggaran yang dilakukan) digariskan oleh syariat sebagai sarana pertobatan dari dosa membunuh?

Buku ini tak hanya memberikan kita pengetahuan tentang tobat dan inabah, namun juga menuntun kita untuk dapat membawa diri kita menghindari dosa dan maksiat serta melakukan tobat dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Dengan membaca dan mempraktikkan tuntunannya, kita pun akan menjadi pribadi-pribadi bertakwa yang selalu berada di jalan yang digariskan-Nya, dan meraih ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M - 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang sebagai kritikus tasawuf, namun sikap kritisnya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi. Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.





 
Berat : 0.7 kg

Harga: Rp.100.000

Buku Pintar Memutuskan Perkara

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cover : Hard Cover
Halaman : 592 halaman
Ukuran : 15,5 x 24,5 cm
Buku Pintar Memutuskan PerkaraDetail Produk
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah seorang ulama jenius yang berwawasan global. Beliau seorang pemikir Islam, ahli sejarah dan fikih yang handal, memiliki analisa yang orisinil serta ijtihad dan fatwa yang brilian. Beliau salah seorang ulama salaf yang bisa diterima oleh banyak kalangan. Karena itu, karya-karyanya terus dicari oleh para penuntut ilmu.

Buku ”Buku Pintar Memutuskan Perkara” ini adalah salah satu karya monumental beliau yang menjadi referensi dari masa ke masa. Terutama bagi ulama, pemimpin, wakil rakyat, penuntut ilmu serta seorang muslim yang ingin memperdalam Islamnya. Seperti judul asli buku ini, ”At-Thuruqul Hukmiyah fi As-Siyasati Asy-Syar’iyah, dalam buku ini dipaparkan beragam metode memutuskan perkara atau kebijakan yang terjadi pada masa Rasulullah, sahabat, tabi’in dan para khalifah, baik perkara yang terkait dengan pribadi, keluarga, peradilan, sampai negara. Tak pelak, buku ini layak dimiliki untuk melengkapi buku-buku referensi Islam Anda.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.107.000

FAWAIDUL FAWAID

Menyelami Samudra Hikmah dan Lautan Ilmu. Menggapai Puncak Ketajaman Batin Menuju Allah

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Cover : Hard Cover
Halaman : 700 halaman
Ukuran : 17 x 24 cm
FAWAIDUL FAWAIDDetail Produk
Islam, ajaran yang sarat hikmah dan pesan-pesan agung bagi kehidupan lahir dan batin manusia. Setiap ibadah fisik yang diajarkannya selalu membawa pesan-pesan batin, dan setiap pesan batin yang dibawanya selalu menuntut perwujudan secara fisik.

Laksana samudera yang luas nan dalam, buku ini menghadirkan pe­tualangan dan pergulatan spiritual yang penuh pengetahuan, hikmah, kearifan, dan pesan luhur yang terkandung dalam ajaran Islam. Semua itu disuguhkan dengan pemaparan yang mendalam dan menyentuh sisi-sisi batin Anda. Kebutuhan batin Anda akan dipenuhi dengan hikmah-hikmah di balik ajaran tauhid dan makrifatullah. Lalu, wawasan dan pe­mahaman Anda tentang al-Qur-an dan as-Sunnah akan diperkaya dengan pembahasan tafsir beberapa surah, penjelasan hadits, dan kaidah fikih yang tidak ditemukan di sembarang buku.

Kalbu Anda juga akan dipertajam oleh pembahasan hati dengan berbagai amalannya; dan karenanya Anda akan menyadari bahwa ajaran Islam bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga mencakup amalan hati yang sering kali diabaikan. Khazanah buku ini semakin lengkap dengan pemaparan potret hidup orang-orang Shalih dan mutiara hati yang terangkum dalam petuah-petuah bijak.

Dengan menyelami buku ini, insya Allah pemahaman kita tentang hakikat ubudiyah menjadi sempurna; dan, pelita hati yang tercerahkan dengannya akan menyinari perjalanan kita menuju Allah. Telaahlah buku ini dalam-dalam. Renungilah setiap hikmah dan pesan di dalamnya perlahan-lahan. Sebab semakin dalam perenungan kita, semakin bercahaya hati kita, dan semakin dekat jarak penelurusan kita untuk menggapai kebahagiaan hakiki.







 
Berat : 1.2 kg

Harga: Rp.140.000

INTISARI MADARIJUS SALIKIN (2 Jilid)

Jenjang Spiritual Para Penempuh Jalan Ruhani

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Robbani Press
Halaman : 988 + 816
Cover : Hard Cover

Jilid 1 : Rp.175.000
Jilid 2 : Rp.145.000
INTISARI MADARIJUS SALIKIN (2 Jilid)Detail Produk
Buku ini merupakan karya tulis Ibnul Qayyim yang paling monumental dalam bidang tazkiyatun nafs atau tarbiyah ruhiyah. Bahkan buku ini boleh dikata setara dengan Ihya ‘Ulumuddin karya al-Ghazali. Karena Ibnul Qayyim dikenal sebagai ulama yang sangat ahli dalam membedah aspek-aspek kejiwaan dan spiritual manusia berikut terapinya berdasarkan al quran dan assunah


Membedah Sisi Kejiwaan Manusia

Al-Qur'an adalah kitab Allah yang menunjukkan jalan kepada-Nya bagi yang ingin mengenal-Nya. Ia adalah cahaya-Nya yang cemerlang yang menerangi kegelapan. Ia adalah rahmat yang dihadiahkan-Nya, yang berisi petunjuk untuk kemaslahatan semua makhluk. Ia adalah tali penghubung antara Dia dengan hamba-hamba-Nya ketika tali-tali penghubung lain telah putus berantakan. Ia adalah jalan lurus di mana pikiran sehat tak akan pernah menyimpang darinya Ia adalah peringatan bijaksana yang tidak akan dapat diselewengkan oleh hawa nafsu.

Ia adalah hidangan mulia di mana para ulama tak pernah merasa kenyang dengannya, tak pernah habis keajaibannya, tak pernah punah fleksibilitasnya, tak pernah sirna tanda-tanda kebesarannya, dan tak pernah kontradiktif petunjuk-petunjuknya. Semakin besar perhatian dan penghayatan orang terhadapnya, semakin bertambah pula petunjuk dan pengetahuannya. Setiap kali airnya mengalir, terpancar pula sumber-sumber hikmah darinya.

Dan kitab Madarijus-Salikin ini menjadi bukti, betapa al-Qur'an senantiasa menghidangkan santapan yang selalu segar bagi para pengkaji dan pencintanya. Bagaimana tidak, hanya untuk menerangkan satu ayat dalam al-Qur'an saja, yaitu ayat Iyyaka Na‘budu wa Iyyaka Nasta‘in , Ibnul Qayyim hingga menghabiskan tiga jilid buku besar (sekalipun edisi Indonesia buku ini baru diterjemahkan dua jilid) untuk membedahnya.

Hal ini juga sekaligus menjadi cermin keluasan pengetahuan penulisnya, yang begitu gigih dan tegar dalam menerangkan kebenaran dan membela agama Islam, yang teguh mempertahankan sunnah penghulu para Rasul (Nabi Muhammad), yang penanya tajam menusuk tenggorokan para ahli bid‘ah, dan dengan pedang kebenarannya yang runcing ditebasnya leher para ahli khurafat.

Seperti gurunya (Ibnu Taimiyyah), Ibnul Qayyim juga sangat gigih dalam memberontak otoritas mazhab-mazhab ilmu hukum (fiqih) dan sufisme. Sebagai gantinya, kaum Salaf lazim menggunakan istilah tarbiyah ruhiyah atau tazkiyatun-nafs . Dan keragaman istilah itu sesungguhnya bertemu pada satu titik, yaitu aspek kejiwaan dan spiritual manusia.

Dalam kaitan ini, Ibnul Qayyim telah berjasa memasukkan terminologi qur'ani ke dalam khazanah ilmu tentang jiwa, khususnya menyangkut pendakian seseorang dalam menuju Ilahi. Dari buku Madarijus Salikin ini, kita misalnya diperkenalkan dengan istilah/ manzilah tabattul , ikhbat , tadzakkur , i‘tisham , firar , riyadhah , raghbah , atau ri‘ayah , yang istilah-istilah itu tak masuk ke dalam khazanah “tasawuf konvensional”.

Maqam demi maqam yang dibahas Ibnul Qayyim, kecap demi kecap dari wasiat spiritualnya itu tidak hanya memperlihatkan betapa kayanya bahasa al-Qur'an, namun buku Madarijus Salikin ini juga menyiratkan betapa piawai penulisnya dalam membedah sisi-sisi kejiwaan manusia. Sementara aspek kejiwaan inilah yang menjadi penggerak utama perilaku manusia.

Karena itu, patut dipuji jika Robbani Press menerbitkan karya besar Ibnu Qayyim ini. Bagi penerbit yang lokasinya terletak di bilangan Jakarta Timur ini, ada empat alasan mengapa penerbit ini merasa perlu menerjemahkan dan menerbitkan buku Madarijus Salikin karya Ibnul Qayyim al-Jauziyah:

Pertama , buku ini merupakan karya tulis Ibnul Qayyim yang paling monumental dalam bidang pembersihan jiwa ( tazkiyatun-nafs atau tarbiyah ruhiyah ). Bahkan buku ini boleh dibilang setara dengan Ihya Ulumiddin karya al-Ghazali. Karena Ibnul Qayyim dikenal sebagai ulama yang sangat ahli dalam membedah aspek-aspek kejiwaan dan spiritual manusia, berikut berbagai terapinya berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah.

Kedua , sekalipun tidak sepenuhnya terhindar dari kesalahan, tetapi secara umum buku ini terbebas dari segala macam israiliyyat atau khurafat yang biasa menyertai buku-buku sufistik, karena penulisnya dikenal sebagai imam kaum salaf yang komit pada al-Qur'an dan as-Sunnah. Oleh sebab itu, buku ini terhindar dari kritik tajam para ulama, peneliti, sebagaimana dialami buku Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Imam Qayyim dalam buku ini telah diberi catatan kaki dan komentar oleh Abu Hamid al-Fiqqi, muhaqqiq edisi bahasa Arab buku ini dan seorang pendiri dan Amir Jama‘ah Ansharus-Sunnah al-Muhammadiyah, Mesir.

Ketiga , selama beradab-abad buku ini menjadi rujukan para ulama Ahlus Sunnah wal-Jama‘ah dalam masalah-masalah tazkiyatun-nafs dan perjalanan spiritual.
Keempat , kebutuhan gerakan Islam kepada tazkiyah ruhiyah yang semakin dirasakan di tengah arus materialisme yang telah melanda seluruh lapisan masyarakat dan aspek kehidupan manusia, khususnya di negeri kita tercinta Indonesia yang masih sangat memerlukan buku-buku ruhiyah seperti ini. (Abu Mukhlash).





 
Berat : 3 kg

Harga: Rp.320.000

TERAPI PENYAKIT HATI

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Hard Cover
TERAPI PENYAKIT HATIDetail Produk
Terapi Penyakit Hati adalah literatur tentang penyucian jiwa yang ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan, "Adakah cara untuk menyelamatkan seseorang yang bergelimang dosa, dan penyadari jika ia terus melakukan maksiat-maksiat maka ia akan merugi di dunia dan akhirat? Orang ini pun sudah berusaha dengan segala cara untuk mengentaskan dirinya dari kubangan dosa, namun justru ia semakin hanyut dalam maksiatnya. Adakah kiat untuk melawan hawa nafsunya?

Karya ini menjelaskan, bahwa penyebab tenggelamnya seseorang dalam dosa adalah hati yang sakit. Apabila tidak segera diobati, sakitnya akan kronis. Lalu, apa yang menyebabkan hati menjadi sakit? Dan adakah obat yang mujarab dan terapi yang tepat bagi penderita penyakit hati?

Berpijak pada dahil-dahil naqli dan aqli, Ibnul Qayyim-penulisnya-menguraikan pelbagai penyakit hati dan faktor penyebabnya. Bahawa perbuatan maksiat adalah faktor permicu penyakit hati. Tak hanya itu, perbuatan maksiat juga menutup pintu rezeki, menyebabkan doa tidak terkabul, dan membuat orang lain merasa tidak suka kepada pelakunya.

Melalui buku ini, kita tidak hanya mengetahui berbagai macam penyakit hati--yang disadari atau tidak--acap menimpa kita, namun juga mendapatkan resep untuk menghindari perbuatan maksiat dan dosa. Sehingga hati dan jiwa kita menjadi bersih, yang pada akhirnya menjadikan hidup kita diberkahi dan diridhai oleh-Nya.





 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.90.000

‘UDDATUSH SHABIRIN – Bekal Untuk Orang-orang Yang Sabar

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Qisthi Press
Cover : Soft Cover
‘UDDATUSH SHABIRIN – Bekal Untuk Orang-orang Yang SabarDetail Produk
Buku ini memberikan tuntunan bagi kita untuk dapat menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Dengan mengacu pada dalil-dalil dari al-Qur`an, sunnah Nabi, dan hikmah dari kehidupan para ulama salaf, penulisnya memerinci langkah-langkah untuk menjadi seorang hamba Allah yang shabûr (banyak bersabar) dan syakûr(pandai bersyukur), demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

‘Uddatush Shâbirîn, adalah karya yang secara khusus membahas konsep tentang sabar dan syukur dalam tataran praktis, serta menunjukkan bagaimana kedua nilai spiritual ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ditulis oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, seorang cendekiawan Muslim ternama yang karya-karyanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan wacana dan pemikiran keagamaan di dunia Islam hingga kini.

Meski ditulis lebih dari 6 abad silam, buku ini masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Terjemahannya ke dalam pelbagai bahasa dunia menunjukkan bahwa karya imam besar ini banyak dikaji dan dijadikan rujukan, terutama dalam bidang pembinaan akhlak dan penyucian jiwa.




 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.99.000

JALA’UL AFHAM – Keutamaan Shalawat Nabi

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Al-Qowam
Halaman : 718 halaman
JALA’UL AFHAM – Keutamaan Shalawat NabiDetail Produk
Sungguh tinggi keutamaan shalawat Nabi. Hanya dengan satu mengucapkan shalawat, Allah akan membalas dengan sepuluh kali shalawat untuk orang yang mengucapkannya. Luar biasa ! Bisakah Anda membayangkan diri Anda mendapat ucapan shalawat dari Allah Ta’ala ? Tidak hanya sekali, tapi sepuluh kali ?
Shalawat juga menjadi sebab sampainya doa seseorang pada Allah Ta’ala, karena do’a itu terhenti diantara langit dan bumi, tidak akan sampai pada Allah Ta’ala sebelum orang yang berdo’a tersebut bershalawat untuk Nabi Shalallahu’alaihiwassalam.

Lantas , kapan saja shalawat di ucapkan ? Bolehkah bershalawat untuk selain Nabi Shalallahu’alaihiwassalam ? seperti apakah kalimat shalawat yang utama di ucapkan ?
Jala’ul Afham, mengupas keutamaan shalawat, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang ada di tangan Anda ini akan menjawab banyak pertanyaan mendasar tentang shalawat Nabi. Di buka dengan pemaparan hadits-hadits tentang shlawat Nabi, lalu kapan waktu-waktu di utamakan bershalawat, dan di akhiri dengan ulasan seputar shalawat dan salam untuk selain nabi Shalallahu’alaihiwassalam.

Salah satu kelebihan buku ini , bagi Anda yang peduli kepada As-Sunnah, adalah setiap hadits yang di bahas, dilengkapi penjelasan apakah ia termasuk hadits shahih, hasan, ataupun ma’lul ( cacat ) dan tentunya sebab-sebab kecacatan hadits tersebut.
selamat membaca !




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.136.000

AL-JAWABUL KAFI - Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah hati

Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah Hati

Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerbit : Al-Qowam
Halaman : 564 halaman
AL-JAWABUL KAFI - Solusi Qur’ani Dalam Mengatasi Masalah hatiDetail Produk
Suatu hari dihadapkanlah kepada Ibnu abbas seorang pemuda kurus kering tampak seperti tulang berbalut kulit.Beliaupun bertanya,”ada apa gerangan dengan pemuda ini ?” Orang-orang menjawab,”Ia sedang dilanda ‘isyq (mabuk cinta).”Lantas Ibnu Abbas segera memohon perlindungan pada Allah dari isyq sepanjang umurnya.
Ishaq bin Ibrahim berkata :
“Ruh orang-orang yang mencintai itu wangi nan lembut. Badan mereka tipis dan ringan. Hiburan mereka adalah persahabatan. Kata-kata mereka menghidupkan hati dan menambah kecerdasan akal. Kalau saja bukan karena cinta,tentu kenikmatan dunia ini tidak akan ada lagi.”
Cinta, Sesuatu yang bermula dari hati. Apabila ia kelola dengan cara yang benar, tentunya akan menghantarkan





 
Berat : 0.6 kg

Harga: Rp.110.000

Pages: 1 2 3 4